Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Hutan Mata Kucing, Tempat Wisata di Sekupang, Batam, Kepri, Cocok untuk Liburan Akhir Pekan

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

WISATA BATAM - Pintu masuk Hutan Mata Kucing di Batam, Kepulauan Riau yang jadi tempat wisata favorit, Jumat (31/1/2025). Hutan Mata Kucing kerap kali menjadi pilihan untuk menikmati liburan akhir pekan bareng keluarga dengan tiket masuk yang terjangkau.

TRIBUNTRAVEL.COM - Mencari tempat wisata edukasi di Batam dengan hawa sejuk dan suasana asri?

Hutan Mata Kucing bisa menjadi pilihan yang menarik.

Spot dalam Hutan Wisata Mata Kucing Batam yang memiliki sejarah penting kini malah sepi pengunjung. Foto diambil Senin (15/11/2021). (TribunBatam.id/Rahma Tika)

Lokasi Hutan Mata Kucing berada di Jalan Taman Bukit Golf, Tanjung Riau, Kibing, Sekupang, Kota Batam, Kepulauan Riau.

Sebelum menjadi tempat wisata, Hutan Mata Kucing merupakan hutan belantara.

Baca juga: Mengunjungi Candi Tegowangi di Kediri Jatim, Simpan Sejarah Kejayaan Kerajaan Majapahit

Hutan Mata Kucing kemudian baru dirombak menjadi tempat wsata pada tahun 2000 lalu.

Dinamakan Mata Kucing bukan tanpa alasan.

Ada penyebab tersendiri tempat wisata ini dinamakan Hutan Mata Kucing.

Hal itu disampaikan oleh Netty selaku pengelola Hutan Mata Kucing.

Netty yang hampir belasan tahun mengelola hutan wisata tersebut menuturkan jika nama Mata Kucing sendiri dibuat karena adanya sejarah yang melekat.

Baca juga: Batu Sindu di Bunguran Timur, Natuna, Kepri Suguhkan Pemandangan Memukau, Cek Lokasinya

"Dahulu orang kan tidak bisa bilang harimau, jadi kucing besar. Daerah ini dulunya dikenal dengan daerah tempat tinggal harimau," ungkapnya.

Sebelum hutan wisata Mata Kucing ini ada, tak banyak yang tahu jika daerah ini dulunya merupakan daerah pertanian yang kemudian ditinggalkan.

Tak sampai di sana, setelah diteliti, ternyata ada tanda-tanda bekas kerajaan dan diduga ada perjanjian yang disebut Batam Estate.

Spot dalam Hutan Wisata Mata Kucing Batam yang memiliki sejarah penting kini malah sepi pengunjung. Foto diambil Senin (15/11/2021). (TribunBatam.id/Rahma Tika)

Di lokasi tersebut ditemukan sejenis batu yang mengkilap itu seperti granit dan ada tulisan Batam Estate.

Netty juga sempat menanyakan temuan nya tersebut kepada para ahli sejarah.

Dari hasil yang ia peroleh itu adalah perjanjian yang harusnya habis tahun 1980-an yang dimulai dari 1800-an.

Baca juga: Lubuk Muncung, Pemandian Asri di Lingga, Kepri dengan Aliran Sungai Jernih Bersumber dari Gunung

Halaman
12