Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Buckingham Palace Inggris Buka Gerbang Depan Buat Turis untuk Pertama Kalinya, Ada Tur Eksklusif

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Buckingham Palace Inggris buka gerbang utamanya buat wisatawan untuk pertama kalinya.

Raja Charles membuka kesempatan bagi para wisatawan untuk mengunjungi sejumlah ruangan di kastil yang masih digunakan oleh keluarga kerajaan. 

Dengan tiket seharga £150 atau sekitar Rp2.850.000 termasuk teh sore, para pengunjung dapat melihat bagian-bagian kastil yang sebelumnya tertutup. 

Selama ini, hanya ballroom yang dapat dikunjungi di Kastil Balmoral, namun kini para wisatawan bisa melihat ruang-ruang pribadi yang biasa digunakan oleh Raja dan Ratu serta anggota keluarga kerajaan lainnya.

Atraksi ini menarik minat tidak hanya penggemar kerajaan, tetapi juga wisatawan yang ingin menikmati kekayaan sejarah dan arsitektur Inggris. 

Di sisi lain, Visit England juga merilis rekomendasi tempat wisata tersembunyi, mulai dari pabrik bir tempat pengunjung bisa membuat bir sendiri hingga museum pesawat tempur, dan sebuah kota di Lake District yang dikenal sebagai "ibukota pesta" dengan berbagai festival meriah sepanjang tahun.

Sejarah Singkat Buckingham Palace

Buckingham Palace memiliki sejarah panjang yang mencerminkan perkembangan Inggris dari masa ke masa. 

Awalnya dibangun pada tahun 1703 untuk Duke of Buckingham, bangunan ini dirancang sebagai rumah megah untuk keluarga bangsawan. 

Namun, pada tahun 1761, Raja George III mengakuisisi bangunan ini untuk menjadi tempat tinggal pribadi Ratu Charlotte dan dikenal sebagai "The Queen's House." 

Hal ini menjadikan Buckingham Palace sebagai simbol kekuasaan dan tradisi monarki Inggris.

Pada tahun 1820-an, Raja George IV memutuskan untuk memperluas dan merenovasi istana ini, menunjuk arsitek John Nash untuk mengubahnya menjadi kediaman kerajaan yang lebih megah. 

Pada tahun 1837, saat Ratu Victoria naik takhta, Buckingham Palace resmi menjadi kediaman kerajaan Inggris dan pusat acara-acara kenegaraan. 

Istana ini pun menjadi saksi berbagai momen penting, mulai dari perayaan kenegaraan hingga acara pribadi keluarga kerajaan.

Penambahan besar pada istana terjadi pada tahun 1849 ketika East Wing dibangun khusus untuk Ratu Victoria dan keluarganya. 

Awalnya berupa halaman terbuka, East Wing akhirnya diperluas menjadi bagian dari kompleks istana dengan tambahan ruangan mewah dan koleksi seni berharga. 

Halaman
123