Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Bisakah Komunikasi Pilot dan Kontrol Lalu Lintas Udara Gunakan Bahasa selain Inggris?

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi pilot pesawat.

Tidak ada peraturan yang melarang kru Jerman yang terbang ke Frankfurt untuk berbicara dalam bahasa Jerman.

Namun, saat ini, kamu mungkin masih mendengar bahasa Inggris di radio, terutama di bandara besar seperti itu.

Akan tetapi, peraturannya fleksibel.

Para pengendali dan pilot Eropa masih saling menyapa dalam bahasa Prancis, Jerman, atau Mandarin untuk penerbangan di Tiongkok dan Taiwan.

Bandara-bandara kecil yang tidak melayani lalu lintas internasional kecuali pengunjung pribadi mungkin lebih santai dalam menggunakan bahasa.

Pengendali mungkin menguasai bahasa Inggris, meskipun mungkin tidak begitu fasih, karena mereka tidak sering menggunakannya.

Kendala bahasa pernah disebut sebagai faktor penyebab bencana Tenerife.

Bencana ini yang melibatkan tabrakan dua pesawat 747, Penerbangan KLM 4805 dan Penerbangan Pan Am 1736.

Meskipun gangguan radio yang kritis menyebabkan kru KLM tidak mengikuti instruksi ATC, ada beberapa kesalahpahaman antara semua pihak.

Dari semua yang salah pada hari itu, satu hal yang tercantum dalam kemungkinan penyebabnya adalah transmisi radio berbahasa Inggris yang ambigu.

Setelah kejadian tersebut, pihak berwenang memberlakukan peraturan baru pada kata-kata dan frasa tertentu.

Bencana lain yang dikaitkan adalah Penerbangan 965 American Airlines.

Penerbangan tersebut berjadwal reguler dari Miami, Florida, ke Cali, Kolombia.

Pada tanggal 20 Desember 1995, Boeing 757-200 milik American Airlines dengan registrasi N651AA menabrak gunung di Buga, Kolombia. 

Penyebab utamanya adalah hilangnya kesadaran situasional dan penolakan untuk menghentikan pendekatan.

Meski begitu kondisi pendaratan juga tidak aman. 

Kesulitan awak AA dalam berkomunikasi dengan pengawas lalu lintas udara Kolombia mungkin menjadi penyebabnya.

(TribunTravel.com/VionaSebastianNolani)