Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Bisakah Komunikasi Pilot dan Kontrol Lalu Lintas Udara Gunakan Bahasa selain Inggris?

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi pilot pesawat.

TRIBUNTRAVEL.COM - Di dunia penerbangan, komunikasi yang jelas adalah kunci untuk keselamatan. 

Bahasa penerbangan universal sangat diperlukan pilot dan pengendali lalu lintas udara untuk berkomunikasi secara jelas dan efisien di seluruh dunia. 

Baca juga: Jarang Melihat Pilot Berkumis dan Berjanggut? Ternyata Ini Alasannya

Ilustrasi pilot pesawat saat berkomunikasi. (Unsplash)

Baca juga: Pesawat di Nepal Jatuh dan Terbakar saat Lepas Landas, Cuma Pilot yang Selamat

Meskipun secara historis terdapat upaya untuk membangun bahasa tambahan internasional (terutama Esperanto), bahasa Inggris pada akhirnya dipilih karena berbagai alasan ekonomi dan politik.

Miskomunikasi dan kendala bahasa telah menyebabkan kecelakaan yang fatal, tetapi dapat dicegah.

Dan sekarang, bahasa penerbangan dengan jelas dinyatakan dalam bahasa Inggris.

Namun, bagaimana jika seorang pilot tidak fasih berbahasa Inggris? 

Baca juga: Pilot Muda Tewas saat Kontes Balon Udara, Sempat Meledak hingga Jatuh ke Tanah

Baca juga: 5 Fakta Pesawat Jatuh di BSD, Pilot Sempat Teriak May Day hingga Saksi Lihat Korban Terlempar

Apakah mereka bisa menggunakan bahasa lain untuk berkomunikasi dengan kontrol lalu lintas udara? 

Nah, untuk mengetahui hal tersebut TribunTravel merangkum dari laman Simple Flying.

Perlu diketahui bahwa Bahasa Inggris pertama kali dipilih sebagai bahasa penerbangan pada Konvensi Chicago tahun 1944 selama Perang Dunia II. 

Sebanyak 55 negara yang diundang hadir, Jepang dan Jerman tidak diundang, serta Uni Soviet tidak hadir.

Saat itu, perang dan konvensi dipimpin oleh Inggris-Amerika.

Prancis telah dikalahkan, sedangkan Jerman dan Jepang berperang dengan sebagian besar negara di dunia.

Tiongkok belum berkembang dan berjuang untuk bertahan hidup.

Uni Soviet sebagian besar bergantung pada pinjaman-sewa Inggris-Amerika dan menolak untuk menghadiri konvensi karena keberatan dengan undangan Spanyol, Portugal, dan Swiss.

Dunia Spanyol sebagian besar belum berkembang dan tidak terlibat dalam perang.

Halaman
123