FAA tidak memiliki kebijakan yang melarang hal itu.
Namun, mengacu pada nasihat FAA tahun 1987, pernyataan FAA menunjukkan adanya kemungkinan hubungan bukan bencana yang pasti bagi pilot berjanggut.
Ingat, itu nasihat, bukan kebijakan yang ditetapkan.
"FAA tidak memiliki aturan seperti itu," kata juru bicara FAA kepada Reader's Digest.
"Tetapi beberapa maskapai penerbangan melarang pilot memiliki janggut atau membatasi panjangnya untuk memastikan masker oksigen dapat terpasang dengan aman", tambahnya.
Jadi, maskapai penerbanganlah yang memutuskan seberapa besar keinginan mereka untuk mematuhi rekomendasi tersebut.
Sejauh ini, tampaknya sebagian besar memilih untuk mengadopsi nasihat FAA sebagai kebijakan perusahaan.
Jika saat naik pesawat terbang kamu menemukan pilot berkumis atau berjanggut tak perlu khawatir.
Nasihat FAA tentang janggutt dirilis hampir 40 tahun yang lalu.
Sejak saat itu, perkembangan teknologi dan perbaikan dalam komunikasi kontrol lalu lintas udara telah membuat perjalanan udara jauh lebih aman.
Beberapa peneliti bahkan meragukan nasihat FAA tahun 1987, dengan mengatakan bahwa nasihat itu dibuat untuk peralatan oksigen yang tidak lagi digunakan.
Pada intinya, pilot berjanggut mungkin tak akan mengalami masalah dengan masker oksigen mereka.
Peluang untuk berada di pesawat yang menggunakan masker oksigen sangat kecil.
Selain itu, pilot memiliki pengalaman minimal 1.500 jam atau mungkin lebih.
Berjenggot atau tidak, pilot dan kopilot akan melakukan segala daya untuk mengatasi situasi darurat dan membawa penumpang dan awak ke darat dengan selamat.
(TribunTravel.com/VionaSebastianNolani)
Baca tanpa iklan