Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Jarang Melihat Pilot Berkumis dan Berjanggut? Ternyata Ini Alasannya

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Alasan menarik dibalik penampilan rapi para awak pesawat terbang, disebabkan oleh sejarah dan keselamatan.

Namun peninggalan tradisi militer masih melekat, ditambah dengan maskapai penerbangan yang tak ingin melakukan kesalahan demi keselamatan.

Nah, pernyataan terakhir merujuk pada alasan kedua kamu jarang menjumpai pilot berkumis atau berjanggut.

Alasan kedua, yaitu safety first.

Untuk memahami hubungan keselamatan dengan tren pilot bercukur bersih ini, kamu perlu melihat FAA sekitar tahun 1987.

Selain mengacu praktik militer, maskapai penerbangan juga mengandalkan nasihat Federal Aviation Administration (FAA) yang menghubungkan rambut wajah dengan keamanan masker oksigen. 

Ada alasan mengapa pernyataan tersebut masih dikutip hingga saat ini.

Jika terjadi keadaan darurat di dalam pesawat yang mengharuskan masker oksigen dipasang, baik di kokpit atau di seluruh pesawat, awak kokpit bertanggung jawab memulihkan stabilitas pesawat atau mendaratkan pesawat dengan aman.

Mereka perlu mengenakan masker oksigen itu dengan cepat dan aman untuk memastikan mereka tetap sadar dan tenang dalam situasi darurat. 

Dan jenggot berpotensi menghalangi hal itu.

Adapun yang dikatakan oleh penasihat FAA, dikutip dari Reader's Digest.

“Anggota kru berjanggut harus menyadari bahwa efisiensi masker oksigen berkurang karena adanya rambut di wajah. Masker yang banyak diminta, seperti yang digunakan dalam alat pelindung pernapasan, sering kali tidak dapat dipakai dengan cepat dan tidak bisa ditutup secara efektif ketika digunakan oleh orang yang berjanggut. Hal ini dapat berdampak buruk terhadap kinerja masker dan mengurangi kesadaran, kemampuan, dan kinerja anggota kru. Pramugari harus menyadari bahwa aktivitas fisik yang berhubungan dengan pekerjaan mereka mengurangi waktu sadar dan meningkatkan laju pertukaran pernapasan. Faktor-faktor ini, dikombinasikan dengan berkurangnya efisiensi masker oksigen aliran kontinu yang terkait dengan janggut, dapat menghasilkan gejala fisiologis yang mungkin mengurangi kemampuan pramugari untuk melakukan tugas terkait keselamatan mereka.”

Singkatnya, peringatan tersebut mengatakan bahwa janggut pilot dapat menghalangi masker oksigen untuk menutup wajahnya, sehingga tidak akan mendapatkan cukup oksigen. 

Dan berkurangnya oksigen dapat mengakibatkan disorientasi, kehilangan kesadaran, atau bahkan kematian. 

Ketika terjadi keadaan darurat di udara, pilot dan kopilot jelas merupakan orang-orang yang kita inginkan agar tetap sadar, bukan?

Direktur pelaksana Airlines for America, Marli Collier mengatakan bahwa secara teknis boleh memiliki rambut di wajah.

Halaman
123