Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Ekowisata Mangrove Batu Lumbang

Serunya Mancing dan Main Kano di Ekowisata Mangrove Batu Lumbang Denpasar, Bali

Penulis: Nurul Intaniar
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Wisatawan bermain kano dan menyusuri area Ekowisata Mangrove Batu Lumbang, tempat wisata alam di Denpasar, Bali.

Kacang Disco Kecak Mama Asli Oleh Oleh Khas Bali 200gr. 

Baca juga: Harga Tiket Masuk dan Jam Buka Air Terjun Tegenungan di Gianyar Bali Terbaru 2024

Selain bermain kano, Ekowisata Mangrove Batu Lumbang juga dikenal sebagai surga bagi para pemancing.

Dengan biaya yang sangat terjangkau, yaitu hanya Rp 30 ribu, pengunjung dapat menikmati waktu seharian penuh dari pagi hingga sore untuk mengeksplorasi jalur mangrove sambil memancing.

Tidak hanya itu, fasilitas yang disediakan juga sangat lengkap, mulai dari kano dan dayung, pelampung, hingga sepatu karet untuk menjamin kenyamanan dan keselamatan pengunjung.

I Made Megantara Johanes, salah satu anggota Ekowisata Mangrove Batu Lumbang, menjelaskan asal-usul destinasi wisata ini.

"Awalnya, Ekowisata Mangrove Batu Lumbang adalah bagian dari kelompok nelayan setempat bernama Segara Batu Lumbang yang dibentuk pada tahun 2005. Seiring waktu, kelompok ini dibina dan diberi izin oleh pemerintah untuk mengonservasi lingkungan mangrove, sekaligus mengembangkannya menjadi tempat wisata," jelasnya.

Johanes juga menambahkan bahwa mayoritas pengunjung adalah pemancing yang datang untuk menikmati ketenangan sambil menyalurkan hobi mereka.

Wisatawan bermain kano dan menyusuri area Ekowisata Mangrove Batu Lumbang, tempat wisata alam di Denpasar, Bali. (Instagram/@ekowisatamangrove.batulumbang)

Namun, wisatawan asing juga mulai banyak yang datang, tertarik untuk mengeksplorasi ekosistem mangrove yang unik ini.

"Kebanyakan pengunjungnya itu dominan para pemancing karena dengan 30 ribu aja mereka sudah dapat sepuasnya dari pagi sampe sore untuk mengakses jalur mangrove ini. Ada pula wisatawan asing yang penasaran dan eksplor sekitaran mangrove, tapi tetap lebih dominan para pemancing," tambahnya.

Tak hanya menawarkan hiburan dan rekreasi, Ekowisata Mangrove Batu Lumbang juga memiliki nilai penting sebagai kawasan konservasi.

Pada saat KTT G20, destinasi ini menjadi salah satu lokasi kunjungan para pemimpin negara-negara dunia.

Selain itu, kawasan ini juga digunakan untuk kegiatan penanaman hutan mangrove bersama, yang menunjukkan peran pentingnya dalam upaya pelestarian lingkungan.

Dengan keindahan alam yang menakjubkan dan keberagaman aktivitas yang ditawarkan, Ekowisata Mangrove Batu Lumbang semakin dikenal tidak hanya oleh masyarakat Bali, tetapi juga oleh wisatawan mancanegara.

Tempat ini menawarkan pelarian sempurna dari kesibukan kota, membawa pengunjung kembali ke alam dan memberi mereka kesempatan untuk menikmati keindahan mangrove yang terjaga.

Bagi siapa saja yang mencari pengalaman wisata yang berbeda di Bali, Ekowisata Mangrove Batu Lumbang adalah destinasi yang wajib dikunjungi.

Halaman
1234