Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Ekowisata Subak Sembung

Ekowisata Subak Sembung, Wisata Antimainstream di Denpasar Bali, Ada Pasar Dadakan Buat Belanja

Penulis: Nurul Intaniar
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pesona Ekowisata Subak Sembung di Desa Peguyangan, Kecamatan Denpasar Utara, Kabupaten Denpasar, Bali yang cocok buat liburan akhir pekan.

Kacang Kapri Bawang Khas Bali Garlic Tjap Bali Asli 250 Gram. 

"Subak Sembung ini mewilayahi 8 munduk yiatu munduk Uma Wani, Uma Taman, Sapian, Jaba Kuta, Sembung, Palak, Les, dan Uma Puan,” ujarnya.

"Subak ini tujuannya untuk menigkatkan tarif hidup para petani, tapi seiirngnya zaman kami memikirkan potensi lain yang bisa di manfaatkan, salah satunya kita memiliki jalur jogging sepanjang 3 kilometer yang bisa dimanfaatkan untuk berolahraga," tambahnya.

Selain untuk kegiatan pertanian, area ini juga digunakan untuk jogging, olahraga, dan edukasi menanam padi.

Kehadiran Subak Sembung menjadi salah satu wilayah persawahan yang luas dan masih ada di Denpasar, menjadikannya destinasi populer bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.

Sejak awal pembukaannya, Subak Sembung telah menarik perhatian banyak tamu, termasuk wisatawan asing.

Berbagai kegiatan edukatif sering diadakan, terutama untuk anak sekolah dan mahasiswa.

"Banyak kegiatan anak sekolah dan kampus juga sering ke sini," tambah I Wayan Suirya Dinata.

Kehadiran para wisatawan ini membantu meningkatkan perekonomian masyarakat setempat dan mendukung kelestarian Subak Sembung.

Ekowisata Subak Sembung di Desa Peguyangan, Kecamatan Denpasar Utara, Kabupaten Denpasar, Bali menawarkan area jogging track dan pemandangan yang menakjubkan. (denpasarkota.go.id)

Subak Sembung tidak hanya menjadi tempat untuk menikmati keindahan alam, tetapi juga tempat untuk memahami lebih dalam tentang pentingnya pelestarian budaya dan lingkungan.

Dengan berbagai macam tumbuhan seperti padi, tanaman obat, bunga untuk keperluan sembahyang, serta sayur-mayur dan buah-buahan, kawasan ini menawarkan pengalaman yang kaya dan beragam.

Terkadang, petani lokal membuka pasar dadakan yang menjual hasil pertanian segar, yang menarik minat warga setempat untuk membeli langsung dari sumbernya.

Namun, seperti yang disampaikan oleh I Wayan Suirya Dinata, pengelolaan Subak Sembung tidak terlepas dari tantangan, seperti mis komunikasi antara pemilik lahan.

Meskipun demikian, tujuan utama dari subak ini adalah untuk meningkatkan taraf hidup petani, yang semakin penting di tengah ancaman alih fungsi lahan.

Seiring berjalannya waktu, luas Subak Sembung berkurang dari 115 hektar menjadi 103 hektar karena konversi lahan sawah menjadi perumahan dan jalan baru.

Halaman
1234