Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Desa Budaya Kertalangu

Serunya Lari Pagi di Jogging Track Kertalangu, Denpasar Timur, Denpasar, Bali 

Penulis: Sinta Agustina
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Jogging Track Kartalangu, Denpasar, Bali. Jogging Track Kertalangu menjadi salah satu tempat wisata di Bali yang memadukan kegiatan olahraga dengan keindahan alam persawahan.

TRIBUNTRAVEL.COM - Jogging Track Kertalangu menjadi salah satu tempat wisata di Bali yang memadukan kegiatan olahraga dengan keindahan alam persawahan.

Adapun lokasi Jogging Track Kertalangu berada di Jl. Bypass Ngurah Rai, Desa Budaya Kertalangu, Kec. Denpasar Timur, Kota Denpasar, Bali.

Seorang prngunjung saat jogging di Jogging Track Kertalangu, Tohpati, Denpasar, Bali. (Tribun Bali/Luh De Dwi Jayanthi)

Areal Jogging Track Kertalangu membentang sepanjang 4 kilometer di atas lahan persawahan seluas 80 hektare.

Jalur ini terbuat dari semen dengan lebar sekitar 2 meter, memberikan kenyamanan bagi para pengunjung yang ingin berolahraga sambil menikmati pemandangan alam.

Baca juga: Hotel Bintang 3 di Bali yang Punya Fasilitas Lengkap, Cocok untuk Staycation Mulai Rp 111 Ribuan

Di sepanjang jalur, pengunjung akan dimanjakan dengan pemandangan persawahan yang hijau dan subur, serta aktivitas para petani yang masih menggunakan cara tradisional dalam bercocok tanam.

Tidak hanya itu, pengunjung juga memiliki kesempatan untuk membeli hasil panen segar langsung dari para petani di lokasi tersebut.

LIHAT JUGA:

Waktu yang paling tepat untuk mengunjungi jogging track Kertalangu, adalah pada pagi hari ketika udara masih segar, atau pada sore hari saat matahari mulai meredup, memberikan suasana yang lebih nyaman dan menenangkan.

Jogging Track Kertalangu tidak hanya sekadar tempat berolahraga, tetapi juga menjadi simbol perjuangan masyarakat Desa Adat Kertalangu untuk mempertahankan warisan budaya mereka.

Cari hotel di Bali buat liburan keluarga, klik di sini 

Jogging Track Kertalangu lahir dari inisiatif warga setempat, dipelopori oleh Warka, yang menjabat sebagai kepala desa pada tahun 2005, dan Dewa Rai, pemilik lahan Uber Sari.

Kedua tokoh ini melihat ancaman pembangunan perumahan yang mulai mengikis lahan persawahan di desa mereka.

Dari kekhawatiran ini, lahirlah ide untuk mengubah jalur subak, yang merupakan sistem irigasi tradisional Bali, menjadi sebuah objek wisata jogging track.

Ilustrasi berlari atau jogging. (Unsplash/Fitsum Admasu)

Tujuannya adalah untuk melestarikan lahan pertanian, serta memberikan hiburan bagi masyarakat Bali dan wisatawan.

Wira (44 tahun) selaku Manager Dtukad Grup dan salah satu tokoh yang tahu cikal bakal jogging track Kertalangu ini menceritakan.

Halaman
123