Usahanya terus berkembang.
Promo hotel murah di Wonosobo, klik di sini
Dari lima pekerja saat awal merintis, ia kini mampu memerkerjakan 22 karyawan untuk produksi caricanya.
Dari 20 kilogram buah carica di awal usaha, kini ia butuh 4 kuintal bahan baku itu untuk memenuhi permintaan pasar.
Watno yang mulanya hanya menjual produk olahan carica ke pasar lokal hingga Wonosono, kini telah merambah ke luar kota.
Olahan carica kini tak lagi hanya menjadi oleh-oleh wisatawan saat berkunjung ke Dieng.
Produk itu semakin mudah dijumpai di swalayan atau mini market di kota-kota besar.
Di sana, carica dengan merek Grojogan Sewu ikut meramaikan rak-rak toko bersanding dengan produk lain.
Watno menjual satu pak isi 12 produk carica kemasan seharga sekitar Rp 40 ribu.
Harga bisa berubah di tingkat eceran.
"Dulu jualnya hanya di Dieng dan Wonosobo, sekarang kirim ke luar kota," katanya.
Beli oleh-oleh khas Wonosobo mi ongklok instan, klik di sini
Watno kini tak lagi bingung ketika hasil kebun caricanya melimpah dan harga buah di pasaran anjlok.
Sebab ia pasti mengolahnya dan baru menjualnya dalam bentuk olahan.
Ia bahkan juga menyerap hasil panen petani lain untuk memenuhi target produksinya dan permintaan pasar yang terus meningkat.
Usahanya juga berhasil menyerap tenaga kerja lokal serta ikut menekan angka pengangguran di desa.
(TribunJateng.com/khoirul muzaki)
Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Mengintip Industri Olahan carica di Dataran Tinggi Dieng, Solusi Harga Anjlok Beri Nilai Tambah.
Baca tanpa iklan