Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Melihat Industri Oleh-oleh Carica di Dieng, Banjarnegara, Jateng, Berawal dari Harga Buah Anjlok

Penulis: Sinta Agustina
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Manisan carica. Tak kehabisan akal, Watno mengolah carica menjadi oleh-oleh yang laris manis diburu wisatawan.

Beli oleh-oleh khas Wonosobo keripik tempe kemul, klik di sini

Nama itu diambil dari air terjun Sirawe yang menjadi ikon dusun tempat dia tinggal sebagai objek wisata andalan.

"Dulu petani jual carica ke Wonosobo. Di sana kelebihan bahan baku. Harga anjlok," katanya.

Baca juga: Lokasi Dekat Tempat Wisata, Cek Rekomendasi 4 Hotel Murah di Dieng Jawa Tengah

Di ruangan rumah belakang Watno, beberapa pekerja yang rata-rata perempuan muda berbagi tugas mengolah carica jadi jajanan khas.

Ada yang sibuk mengupas kulit buah carica mentah dan membersihkannya. 

Pekerja lain meneruskan pekerjaan itu dengan mencucinya untuk menghilangkan getah dan lendir. 

Isi buah tak dibuang, melainkan dimasak menggunakan air untuk kuah manisan. 

Adapun daging buahnya difermentasi.

Untuk pemanisnya, Watno mengaku menggunakan gula murni, bukan pemanis buatan.

Carica. (Instagram/herayanti79)

Karena itu, ia berani menjamin kualitas produknya berani bersaing. 

Keunggulan lain yang dia tawarkan, daging buah carica terasa kenyal dengan aroma yang segar.

Terakhir, potongan buah dan air masakan itu dicampur lalu dikemas dalam gelas plastik bermerek. 

Di ruang lebih depan, beberapa pekerja sudah menunggu hasil pekerjaan temannya itu untuk pengemasan akhir.

"Awalnya hanya produksi sedikit, terus meningkat sampai sekarang," katanya

Ketekunannya dalam berusaha itu mulai terlihat hasilnya sekarang. 

Halaman
123