Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Melihat Industri Oleh-oleh Carica di Dieng, Banjarnegara, Jateng, Berawal dari Harga Buah Anjlok

Penulis: Sinta Agustina
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Manisan carica. Tak kehabisan akal, Watno mengolah carica menjadi oleh-oleh yang laris manis diburu wisatawan.

TRIBUNTRAVEL.COM - Petani carica di Desa Kepakisan, Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, sempat kecewa akibat harga jual buah carica yang begitu anjlok.

Penyebabnya karena kelimpahan hasil panen yang tak diimbangi dengan kenaikan permintaan. 

Carica. (Tribun Jogja/Setya Krisna)

Seorang petani carica di Dieng bernama Watno sempat mengalami hal tersebut.

Ia kerap dibuat pusing saat hasil panennya tak terserap pasar.

Baca juga: Exotic Carica Jadi Oleh-oleh Paling Favorit dari Dieng Wonosobo, Kamu Sudah Pernah Coba?

Jika pun terjual, ia harus ikhlas dibayar murah dan siap merugi.

Jika tak berpikir keras mencari solusi, petani akan selalu kalah dalam permainan pasar.

LIHAT JUGA:

Jika menjual bahan baku tak menguntungkan, kenapa tidak memberi nilai lebih pada produk itu sehingga lebih laku jual.

Tak kehabisan akal, Watno mengolah hasil panennya menjadi oleh-oleh yang laris manis diburu wisatawan.

Cari hotel murah di Dieng, klik di sini

Sembari bertani, ia mencoba merintis industri olahan yang lebih menjanjikan. 

Terlebih, produk olahan carica saat ini tengah digandrungi pasar, khususnya wisatawan Dieng. 

carica menjadi satu di antara oleh-oleh yang paling diburu wisatawan saat berkunjung ke Dieng.

Manisan carica. (Tribun Jogja/Setya Krisna)

Awal merintis usaha, Watno hanya memproduksi sedikit olahan carica, dari bahan baku antara 20 sampai 50 kilogram carica mentah. 

Ia memperkerjakan 5 orang untuk memproduksi manisan itu hingga siap jual. Watno lantas memberikan label pada produknya itu 'Grojogan Sirawe'.

Halaman
123