"Cakalang fufu jualan saya sering dibawa hingga ke Jakarta, bahkan hingga beberapa negara," kata Aziz kepada TribunManado.co.id beberapa waktu lalu.
Sebut Aziz, pembelian dilakukan sanak saudara yang berada di Manado.
Mereka kemudian mengirimnya ke sanak saudara di luar daerah.
"Biasanya cakalang fufu itu digoreng sebelum dikirim," kata Aziz.
Cakalang fufu juga kerap jadi suvenir wisata MICE alias meeting, incentive, convention, exhibition.
Banyak peserta pertemuan dari luar daerah yang membeli cakalang fufu miliknya.
"Cakalang itu jadi tanda mata, mirip suvenir," katanya.
Cerita cakalang fufu yang menjadi oleh-oleh favorit juga datang dari Bryan, penjual Cakalang Fufu di Kelurahan Tikala Baru, Kecamatan Tikala, Kota Manado, Sulawesi Utara.
Salah satu pelanggannya adalah warga Kawanua di Jakarta.
"Mereka selalu ambil cakalang fufu dari saya, caranya melalui teman atau sanak mereka yang membeli di sini kemudian dikirim ke Jakarta," kata Bryan.
Pembeli dari luar daerah cukup sering mampir di kiosnya.
Biasanya dia menyiapkan cakalang fufu fresh untuk pengiriman luar daerah agar tidak cepat busuk.
"Biasanya mereka sudah pesan dari beberapa hari sebelumnya, dan saya akan siapkan ikan yang masih baru," kata Bryan.
Selain luar daerah, pembelian domestik juga marak.
Bryan menuturkan, jualannya bisa laku hingga diatas 20 gepe sehari.
Baca tanpa iklan