Chef de Mission (CdM) kontingen Norwegia, Tore Oevrebroe, menilai jika makanan yang tersedia terlalu sedikit dan kualitasnya kurang maksimal.
"Ketika Anda bepergian ke Prancis, Anda berharap makanannya akan sangat, sangat enak."
"Saya ingin menunjukkan bahwa Norwegia juga memiliki budaya pertunjukan dalam hal makanan."
"Kami memiliki lebih banyak medali [untuk makanan] sejak 1987 daripada yang dimiliki orang Prancis."
"Dan itu berarti bahwa kami datang dengan harapan yang lebih tinggi," ucap Oevrebroe, dikutip dari Reuters.
Oevrebroe pun langsung turun tangan, ia mengatakan jika pihaknya sudah berkomunikasi dengan komite Olimpiade dari berbagai negara untuk menganggulangi masalah makanan.
"Kuantitas makanan tidak lagi menjadi masalah, [tetapi] ada sedikit yang perlu diperbaiki tentang kualitas. Tetapi kualitasnya semakin membaik setiap hari," tambah Oevrebroe.
Baca juga: Jaringan Kereta Api Prancis Kacau Jelang Pembukaan Olimpiade, Terjadi Aksi Pembakaran & Vandalisme
Berbicara soal Olimpiade Paris 2024, memang banyak kontroversi yang telah terjadi di dalamnya.
Mulai dari beberapa atlet yang mengundurkan diri, hingga hal-hal dari luar lapangan, termasuk soal makanan tadi.
Tak hanya itu, keikutsertaan Israel di Olimpiade Paris 2024 juga menghadirkan sorotan tersendiri.
Namun terlepas dari hal itu, Olimpiade Paris 2024 diharapkan bisa berjalan dengan baik hingga hari terakhir penyelenggaraan.
Terlebih lagi bagi kontingen Indonesia yang berisikan 29 atlet.
Besar harapan, Fajar/Rian dan kolega mampu membawa pulang medali Olimpiade Paris 2024 sekaligus mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia.
Sebelumnya, adegan yang menampilkan Perjamuan Terakhir karya Leonardo da Vinci dalam upacara pembukaan Olimpiade Paris 2024 pada Sabtu (27/7/2024), memantik emosi beberapa pihak.
Konferensi Waligereja Prancis menyatakan ketidaksetujuannya atas adegan yang menampilkan Perjamuan Terakhir di acara pembukaan tersebut.
Baca tanpa iklan