Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Waspada Kasus Pencabulan di Kota Bekasi, 5 Bocah Laki-laki Jadi Korban, Diajak ke Kamar Mandi

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi anak-anak. Viral seorang pria diduga melecehkan 5 bocah laki-laki di kawasan Kelurahan Perwira, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi

Sementara Kanit PPA Polres Metro Bekasi Kota AKP Tamat juga membenarkan penangkapan FP.

Berdasarkan hasil pemeriksaan lebih lanjut, pelaku rupanya sudah lima kali beraksi dengan sasarannya hanya mengincar anak laki-laki.

"(Korban) ada lima. Rata-rata usianya 8 tahun. Status (pelaku) tidak bekerja," imbuh Tamat.

Tamat mengungkapkan FP masih dimintai keterangan lebih lanjut di Polres Metro Bekasi Kota.

"Ditangkap pelapor dan warga, kemudian diserahkan ke Polsek, dari Polsek dibawa ke Polres," tutupnya.

Baca juga: Viral BBM Pertalite Terkontaminasi Air, Sejumlah Konsumen Geruduk SPBU di Bekasi Selatan

Korban Pencabulan

Kasus pelecehan seksual juga terjadi baru-baru ini di kawasan Perumahan Galaxy, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi.

Diberitakan sebelumnya, seorang anak perempuan berusia 10 tahun diduga menjadi korban pencabulan oleh seorang pria berumur 50 tahun.

Ketua Dewan Pengurus Bidang Sosialisasi, Edukasi, dan Promosi Hak Anak dari Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Lia Latifah mengatakan dugaan kasus pencabulan itu bermula saat orangtua dalam hal ini ibu terduga korban yang berprofesi sebagai pedagang kue keliling tengah berjualan.

Lalu ibu yang berstatus orangtua tunggal atau janda itu kedatangan pembeli yang diketahui sebagai terduga pelaku.

Sang ibu pun berkenalan dengan terduga pelaku hingga bercerita terkait kehidupan ekonomi keluarga.

“Usai cerita, orang ini (terduga pelaku) kemudian berjanji akan bertanggungjawab (ekonomi) dengan catatan si ibu mau menikahkan anaknya dengan korban," kata Lia Latifah, Kamis, 20 Juni 2024.

Lia Latifah menjelaskan terduga pelaku kemudian menyodorkan uang Rp 70 ribu ke ibu dengan dalih agar putrinya yang masih duduk dibangku SD untuk diperiksa layaknya seorang dokter kepada pasien.

Usai ibu menerima tawaran, anak tersebut kemudian dibawa terduga pelaku.

Karena terduga pelaku memiliki kesempatan berbuat tak senonoh, aksi pencabulan pun terjadi.

Halaman
123