TRIBUNTRAVEL.COM - Buat jemaah haji di Arab Saudi sebaiknya bersiap.
Arab Saudi diprediksi akan mengalami gelombang panas ekstrem.
Baca juga: 34 WNI Dipulangkan ke Indonesia, Nekat Pergi Berhaji ke Arab Saudi Pakai Visa Non-Haji
Baca juga: Kisah Jemaah Haji Jalani Operasi Jantung di Arab Saudi, Harus Berpisah Sementara dengan Sang Istri
Gelombang panas ekstrem di Arab Saudi suhunya bisa mencapai 50 derajat celsius.
Gelombang panas menjadi tantangan tersendiri bagi jemaah haji yang sedang menjalankan ibadah di Arab Saudi.
Baca juga: Ambil Pasir di Jabal Malaikat Arab Saudi, Pria Dihantui Mimpi Aneh, Umrah Lagi Buat Kembalikan
Baca juga: Viral TKW Arab Saudi Dinikahi Majikan Tajir, Pulang Kampung Bawa Emas dan Berlian Satu Lemari
Kurangnya persiapan menghadai gelombang panas ekstrem bakal mengganggu kesehatan.
Satu yang bakal terjadi adalah headstroke.
Dilansir dari Tribunnews, praktisi Kesehatan Ngabila Salama, heatstroke adalah kondisi kegawatdaruratan yang ditandai dengan meningkatnya suhu tubuh mencapai lebih dari 40 derajat celcius.
Pada tahap lebih serius, heatstroke bisa menyebabkan gangguan pada tubuh.
Di antaranya kegagalan organ, kerusakan fungsi koqnitif, kecacatan hingga meninggal dunia.
"Heat stroke yang dapat berujung kematian tidak serta merta terjadi. Awalnya didahului dengan dehidrasi (kurangnya cairan) dan heat exhaustion (kelelahan sangat setelah terkena panas)," ungkap Ngabila pada keterangannnya, Jumat (10/5/2024).
Buat jemaah haji yang sedang berada di Arab Saudi, perlu memahami sembilan gejala awal heatstroke.
Dengan mengetahui gejala awal dari headstroke dapat membantu mengobatinya lebih cepat.
Berikut ini gejala awal dari headstroke.
1. Suhu tubuh tinggi > 40 derajat C
2. Kulit panas dan kering
Baca tanpa iklan