Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Viral Pria di Sukabumi Pernah Menikah 28 Kali, Alasannya Menolong Wanita yang Tersakiti

Editor: Sinta Agustina
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi pengantin pria. Seorang pria yang akrab disapa Haji Isep sempat viral beberapa waktu yang lalu lantaran telah menikah sebanyak 28 kali.

"Alhamdulillah setelah pergi ke Tanah Suci saya punya niat tidak akan menikah lagi. Sekarang cukup dua saja. Alhamdulillah dua ini tidak ada permasalahan, selalu baik. Satu rumah, satu kamar. Saya ke Tanah Suci juga dibawa dua-duanya," ungkap Isep.

Baca juga: Menikah 16 Tahun, Pria Ini Kaget Ketiga Buah Hati yang Dibesarkan Ternyata Bukan Anak Kandungnya

Kerap membantu orang

Isep mengatakan, support dari kedua istrinya menambah ia semangat untuk selalu menebar kebaikan.

Kedua istrinya tidak pernah protes ketika Isep menghambur-hamburkan uang untuk menolong orang yang tidak mampu.

"Mereka selalu mendukung dalam saya berbuat kebaikan. Tidak pernah ada yang larang saya hambur-hamburkan uang untuk berbuat baik," jelasnya.

Mengenal Haji Isep Asal Jampangkulon, Sudah 28 Kali Nikah, Alasannya Tolong Wanita Tersakiti. (Tribun Network)

Isep juga menyantuni anak yatim setiap minggunya.

Ia juga kerap mendatangi pesantren-pesantren untuk membawa bantuan kebutuhan di pesantren.

Pria berusia 60 tahun ini ternyata juga merupakan Ketua Umum Yayasan Forum Silaturahmi Barisan Benteng Pajampangan.

Baca juga: Viral Pasangan India Menikah di Menara Eiffel, Kenakan Baju Tradisional hingga Menggigil Kedinginan

Kini jadi pengusaha sukses

Haji Isep menceritakan kembali soal istrinya yang dulu ingin rumah dan perjuangan yang dilakukannya.

"Saya ingat, dulu, saya sama istri pengen rumah, yang bisa saya bangun cuma rumah satu kamar. Tengah malam, sehabis ngojek saya beli batu, bahan, sampai bisa bikin rumah. Kalau enggak salah, ukurannya cuma tiga kali tiga meter," kata Isep.

Setelah memiliki rumah, Isep mulai berbisnis kecil-kecilan dengan mengkreditkan suku cadang sepeda motor kepada tukang ojek di Pajampangan.

"Dulu ojek itu yang terdaftar untuk kreditan saya sampai 500 motor untuk di wilayah Pajampangan ini. Dulu kan zamannya ojek. Temen-temen ojek saya itu semua kredit spare part motor di saya," ujar Isep.

Setelah merintis bisnis dengan kredit suku cadang sepeda motor, Isep mengalami peningkatan penghasilan hingga mampu membuka toko sembako.

Dari sana, Isep pun merintis berbagai bisnis lain, mulai dari membangun hotel, bisnis entertainment, dan mendirikan wedding organizer (WO).

Halaman
123