Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Viral Masyarakat Prancis Didesak untuk Mengemudi Seperti Wanita, Ternyata Ada Alasan di Baliknya

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi berkendara dengan aman. Sebuah asosiasi keselamatan jalan raya Prancis mendesak masyarakat untuk 'mengemudi seperti wanita' guna mengurangi jumlah kematian akibat kecelakaan lalu lintas.

TRIBUNTRAVEL.COM - Sebuah asosiasi keselamatan jalan raya Prancis mendesak masyarakat untuk "mengemudi seperti wanita".

Hal itu bertujuan untuk mengurangi jumlah kematian akibat kecelakaan lalu lintas.

Ilustrasi berkendara dengan aman. Sebuah asosiasi keselamatan jalan raya Prancis mendesak masyarakat untuk "mengemudi seperti wanita" guna mengurangi jumlah kematian akibat kecelakaan lalu lintas. (Flickr/ freestocks.org)

Victimes & Citoyens, sebuah kelompok yang berdedikasi untuk mendukung para korban kecelakaan di jalan raya, ialah penggagasnya.

Mereka telah meluncurkan kampanye untuk mencoba menghilangkan prasangka stereotip "misoginis" bahwa laki-laki adalah pengemudi yang lebih baik daripada perempuan, mengutip laman Business Insider, Sabtu (18/5/2024).

Baca juga: Video Pegawai SPBU Diduga Ngintip Toilet Wanita Viral di Medsos, Begini Respons Pertamina

Berdasarkan data dari Observatorium Keselamatan Jalan Antar Kementerian Nasional Prancis 2022-2023, kampanye tersebut mencatat bahwa 84 persen kecelakaan fatal disebabkan oleh laki-laki.

Pada tahun 2022, menurut laporan pemerintah Prancis, 3.550 orang tewas di jalan raya Prancis dan wilayah luar negerinya.

"Ketika kita melihat angka-angka tersebut, terlihat jelas agar tetap bisa bertahan di belakang kemudi, hal terbaik yang harus dilakukan laki-laki adalah mengadopsi perilaku yang sama seperti perempuan," kata situs kampanye itu.

Victimes & Citoyens juga mengutip data yang menunjukkan bahwa 88% pengemudi muda dibunuh oleh laki-laki, 93% pengemudi mabuk yang terlibat dalam kecelakaan adalah laki-laki, dan perempuan delapan kali lebih kecil kemungkinannya mengalami kecelakaan fatal di jalan dibandingkan rekan laki-laki mereka.

Baca juga: Viral Wanita 32 Tahun Sudah Punya 6 Anak, Takut Ikut Program KB, Tuai Pro Kontra

"Secara statistik, mengemudi seperti perempuan hanya berarti satu hal, yakni tetap hidup," kata kelompok tersebut di situs webnya.

Kampanye kesadaran ini akan dilakukan di seluruh platform media cetak, digital, dan metro.

Mereka juga akan menggunakan chatbot untuk menanggapi postingan di X tentang perempuan yang mengemudi.

Ilustrasi berkendara dengan aman. Sebuah asosiasi keselamatan jalan raya Prancis mendesak masyarakat untuk "mengemudi seperti wanita" guna mengurangi jumlah kematian akibat kecelakaan lalu lintas. (Thái An /Unsplash)

Di Amerika Serikat, menurut Institut Asuransi untuk Keselamatan Jalan Raya, jumlah kematian akibat kecelakaan pada laki-laki hampir dua kali lipat jumlah kematian akibat kecelakaan pada perempuan hampir setiap tahun antara tahun 1975 hingga 2021.

Institut tersebut mengatakan hal ini bisa disebabkan karena laki-laki biasanya mengemudi lebih jauh dibandingkan perempuan.

Laki-laki juga lebih cenderung melakukan praktik mengemudi yang berisiko, seperti ngebut, tidak mengenakan sabuk pengaman dan mengemudi di bawah pengaruh alkohol.

Secara historis, laki-laki menghadapi premi asuransi yang lebih tinggi, karena perusahaan asuransi melihatnya sebagai risiko yang lebih besar.

Baca juga: Video Viral Mahasiswa Terjebak di Dalam Lift, Gak Panik Malah Asyik Piknik hingga Makan Bekal

Halaman
123