Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Keren, Kereta Api Ternyata Sudah Gunakan Toilet Ramah Lingkungan

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

KAI telah menerapkan sebuah inovasi yaitu toilet ramah lingkungan berdasar pada kesadaran akan pentingnya menjaga keseimbangan antara pelayanan yang berkualitas dan keberlanjutan lingkungan.

Pertama adalah proses penghancuran kotoran oleh bakteri pada filter utama dan yang kedua adalah proses pemurnian air pada filter lanjutan.

Dalam partisi filter utama ini, bahan zeolite digunakan sebagai tempat hidup mikroba yang bertugas menghancurkan atau mengurai kotoran sebelum dialirkan ke filter lanjutan.

Sementara itu, filter lanjutan terdiri dari tujuh kolom bahan penyaring, seperti zeolite kecil, pasir, karbon, dan sejumlah kolom lainnya yang terdiri dari kombinasi bahan penyaring.

KAI telah menerapkan sebuah inovasi yaitu toilet ramah lingkungan berdasar pada kesadaran akan pentingnya menjaga keseimbangan antara pelayanan yang berkualitas dan keberlanjutan lingkungan. (Dok. PT KAI)

Baca juga: Insiden Bus Menemper Kereta Api di Way Pisang dan Martapura Timbulkan Korban Jiwa, KAI Beri Imbauan

"Zat zeolite, karbon, pasir, dan cairan mikrobakteri/bio bakteri merupakan bahan yang digunakan untuk mengurai limbah padat menjadi gas dan cairan. Limbah gas dan cairan yang dihasilkan tergolong ramah lingkungan karena tidak berbau," jelas Joni.

Untuk menjaga agar box penampungan toilet ramah lingkungan tetap berfungsi dengan optimal, diperlukan perawatan dan pemeliharaan secara berkala oleh petugas.

Setiap tiga bulan, dilakukan pengurasan serta pemberian bahan pengurai kotoran (bio bakteri).

Limbah hasil dari proses pengolahan ini akan dibuang ke septic tank yang tersedia di area stabling cuci kereta untuk memastikan keamanan lingkungan.

Dengan demikian, toilet ramah lingkungan bukan hanya sekadar sebuah inovasi, tetapi juga sebuah langkah yang penting untuk menciptakan pengalaman perjalanan yang lebih baik bagi pelanggan serta mendukung upaya pelestarian lingkungan.

Dengan ini, diharapkan kereta api akan terus menjadi pilihan transportasi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia.

"Toilet ramah lingkungan merupakan solusi cerdas dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan, terutama dalam konteks transportasi publik seperti kereta api," papar Joni.

"Langkah KAI telah menunjukkan arah yang benar dalam menjaga keberlanjutan transportasi. Dengan terus mendorong inovasi dan kesadaran lingkungan, kita semua dapat berperan aktif dalam menciptakan masa depan yang lebih hijau dan bersih," pungkasnya.

Baca juga: Kereta Api Suite Class Compartment dan Luxury Laris Manis saat Lebaran, Segini Tiket yang Terjual

(TribunTravel.com/mym)

Untuk membaca artikel terkait berita viral, kunjungi laman ini.