TRIBUNTRAVEL.COM - Bila membahas soal layanan transportasi, toilet mungkin kurang menarik perhatian.
Akan tetapi dalam kereta api, toilet ternyata memiliki dampak yang signifikan.
Terutama terhadap kenyamanan pelanggan dan pelestarian lingkungan.
Melansir kai.id, Jumat (26/4/2024), KAI sendiri telah menerapkan sebuah inovasi yaitu toilet ramah lingkungan.
Baca juga: Begiin Cara Mengisi Bahan Bakar Kereta Api, Ternyata Perlu Keahlian Khusus
Hal itu berdasar pada kesadaran akan pentingnya menjaga keseimbangan antara pelayanan yang berkualitas dan keberlanjutan lingkungan.
Sejak 12 September 2010, KAI telah mengganti toilet konvensional dengan toilet ramah lingkungan.
Kereta Api Argo Lawu menjadi yang pertama menggunakan fasilitas tersebut.
Mulai tahun 2013 hingga saat ini, toilet ramah lingkungan telah diaplikasikan ke seluruh jenis kereta penumpang.
Termasuk kereta jarak jauh, jarak menengah, jarak dekat dan kereta api lokal.
Baca juga: Perlintasan Sebidang Kereta Api Ternyata Bukan Tanggung Jawab KAI, Simak Penjelasannya
VP Public Relations KAI, Joni Martinus mengungkapkan bahwa toilet ramah lingkungan merupakan langkah nyata yang dilakukan KAI dalam memperbaiki mutu pelayanan.
Buka hanya kepada pelanggan, tetapi juga kepada lingkungan yakni memberikan nilai tambah yang tinggi bagi kelestarian lingkungan.
Perlu diketahui, cara kerja toilet konvensional dan toilet ramah lingkungan sangatlah berbeda.
Pada toilet konvensional, ketika kloset digunakan untuk buang air besar (BAB), kotoran akan langsung dibuang ke jalur/rel kereta api.
Namun dalam toilet ramah lingkungan, kotoran akan ditampung dalam fasilitas bak penampungan yang dilengkapi dengan bio bakteri pengurai kotoran.
Pada tangki penampungan, terdapat dua jenis proses pengolahan.
Baca juga: Viral Penumpang Mudik Melahirkan di Kereta Api, Petugas KAI Sigap Berikan Pertolongan
Baca tanpa iklan