Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Viral Kelakuan Dua WNA Swedia yang Nekat Kemah di Lereng Gunung Lewotobi, Padahal Lagi Erupsi

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Gunung Lewotobi laki-laki di Kabupaten Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) erupsi, Rabu (27/12/2023) pagi.

Hingga pada akhirnya membuatnya memecahkan rekor dunia sebagai gadis termuda yang mencapai basecamp Gunung Everest.

Rekor dunia sebagai orang termuda yang mencapai base camp Gunung Everest sebelumnya dipegang oleh Prisha Lokesh Nikajoo yang baru berusia 5 tahun saat melakukan pendakian pada tahun 2023.

Namun berapa pun usia pendakinya, perjalanan menuju base camp Everest sangat membebani tubuh.

Bahkan bisa berpengaruh keras dan bahkan bisa mmemicu penyakit ketinggian, bahkan hingga kematian.

Gejala biasanya berkembang antara enam dan 24 jam setelah mencapai ketinggian lebih dari 9.800 kaki (2987 meter) di atas permukaan laut.

Gunung Everest jauh melampaui ketinggian tersebut – dengan ketinggian yang luar biasa yaitu 29.030 kaki (8930 meter).

Pada tahun 2019 lalu, ‘kemacetan lalu lintas’ dan kepadatan yang berlebihan di jalur pendakian menjadi penyebab kematian 11 pendaki hanya dalam sepuluh hari pada bagian pendakian yang paling berbahaya.

Di beberapa titik pendakian menuju Everest, para pendaki terpaksa melewati tubuh beku para pendaki masa lalu.

Meski sangat berbahaya, tak sedikit pendaki muda berharap bisa mendaki gunung yang tersohor itu.

(kompas.com/Serafinus Sandi Hayon Jehadu , Tribunstyle/Dhimas)

Artikel ini telah tayang di TribunStyle.com dengan judul ALASAN 2 WNA Swedia Nekat Kemah di Lereng Gunung Lewotobi: Ingin Tidur Sambil Melihat Lava Pijar