TRIBUNTRAVEL.COM - Seperti yang diketahui oleh frequent flyer dan siapa pun yang akrab dengan penerbangan, ketika awak kabin mematikan lampu, itu adalah sinyal pasti bahwa pesawat kamu siap berangkat atau mendarat.
Ini mungkin momen yang menyenangkan atau melegakan, tergantung pada berapa lama kamu telah melakukan perjalanan naik pesawat dan seberapa bersemangatnya kamu terhadap tujuan.
Baca juga: Pesawat Putar Balik Gara-gara Penumpang Mabuk Gigit Lengan Pramugari hingga Terluka
Baca juga: 3 Maskapai Tawarkan Tiket Pesawat Murah Jambi-Jakarta, Naik Lion Air Mulai Rp 1 Jutaan
Namun ke mana pun kamu terbang—dalam penerbangan jarak jauh atau perjalanan singkat—lampu yang diredupkan di pesawat tidak hanya untuk membantu kamu beristirahat.
Seperti menempatkan ponsel dalam mode pesawat atau mengencangkan sabuk pengaman, itu sebenarnya adalah protokol perjalanan udara.
Baca juga: Tiket Pesawat Murah Tarakan-Surabaya dari 3 Maskapai, Lion Air Tawarkan Penerbangan Langsung
Baca juga: Viral Video Mengerikan Detik-detik Terakhir Penumpang yang Tewas setelah Naik ke Mesin Pesawat
Namun kenapa kru pesawat perlu mematikan lampu?
Ini adalah satu hal sepele tentang pesawat yang mungkin akan mengejutkanmu.
Mengapa awak kabin mematikan lampu saat lepas landas dan mendarat?
Seperti banyak fitur pesawat tersembunyi lainnya, mematikan lampu kabin saat lepas landas dan mendarat semata-mata merupakan tindakan pencegahan keselamatan.
Ini berlaku untuk skenario terburuk yang, harus diakui, sebagian besar dari kita tidak ingin memikirkannya saat berada di pesawat.
“Saat fajar, senja, dan malam, awak pesawat mematikan lampu sehingga jika terjadi keadaan darurat di mana penumpang dan awak pesawat harus meninggalkan pesawat, mata mereka sudah dapat menyesuaikan diri dengan kegelapan,” kata Dan Bubb, PhD, mantan pilot maskapai penerbangan, profesor di Universitas Nevada, Las Vegas, dan pakar penerbangan komersial dan sejarah bandara.
Dilansir dari rd, diperlukan waktu 5 hingga 10 menit bagi mata seseorang untuk menyesuaikan diri dengan kegelapan jika berada dalam kondisi cahaya terang, tambah Bubb.
Jadi jika penumpang dan awak harus bertindak cepat dalam keadaan darurat, mata mereka akan terbiasa dengan lampu yang redup dan menurunkan jarak pandang di dalam kabin.
Saat lampu di atas dimatikan, penumpang juga lebih mudah melihat lampu pintu keluar darurat, termasuk lampu yang berjalan di sepanjang lantai lorong.
Mengapa lepas landas dan mendarat merupakan waktu yang sangat berbahaya dalam penerbangan?
Baca juga: Rekomendasi Tiket Pesawat Murah Jakarta-Solo, Batik Air Tawarkan Jadwal Keberangkatan yang Beragam
Mematikan lampu dilakukan demi keselamatan penumpang dan awak pesawat, tapi kenapa hanya saat lepas landas dan mendarat?
Baca tanpa iklan