Anies pun menjelaskan secara gamblang, mengapa jalan yang rusak dapat menyebab produk pertanian menjadi tidak layak jual.
"Produksi misalnya 100 kilogram, sampai pasar hanya 60 persen yang bisa dijual, yang 40 persen pecah di jalan. Itu sebabnya, jalan rusak menggangu perekonomian," jelasnya.
Oleh sebab itu, dalam kampanye tersebut, Anies mendorong pembangunan jalan non-tol yang lebih banyak dimanfaatkan oleh masyarakat umum.
"Kita ingin jalan tol dibangun, tetapi jalan non-tol jangan dilupakan," tutupnya.
Selain mengunjungi Lampung Timur, Anies juga dijadwalkan mampir ke Lampung Selatan untuk berkampanye.
Baca juga: Anies Baswedan Resmikan Revitalisasi Kota Tua yang Telah Selesai, Sebut sebagai Zona Rendah Emisi
Kunjungan pertama
Sebelumnya, Anies sempat mengunjungi Lampung pada Kamis (7/12/2023).
Menurut Anies, kedatangannya berkali-kali ke daerah yang sama adalah untuk memastikan pesan perubahan benar-benar sampai kepada rakyat.
Hal itu diungkapkan Anies Baswedan saat mengadakan pertemuan dengan relawan dan saksi AMIN di Gedung Olahraga (GOR) Podomoro, Natar, Lampung Selatan pada Minggu.
"Semua daerah itu penting, sebetulnya bukan hanya Lampung, saya juga mendatangi berbagai tempat berkali-kali juga," ucap Anies, dikutip dari Tribun Lampung.
"Itu adalah bagaian dari kami ingin memastikan kepada semua bahwa pesan perubahan itu bisa sampai kepada masyarakat," imbuhnya.
Baca juga: Indahnya Putri Duyung Resort Ancol, Lokasi Resepsi Pernikahan Putri Anies Baswedan
Anies mengatakan, masyarakat melihat perubahan itu sebagai kesempatan untuk memperbaiki hidupnya.
"Petani yang ingin pupuknya lebih mudah, itu semua merespon perubahan, tetapi bagi mereka yang sudah mapan merasa mengapa harus ada perubahan," kata Anies.
Menurut Anies, pihaknya dalam beberapa bulan terakhir menyaksikan suasana demokrasi kita mengalami pergeseran.
Baca juga: Anies Baswedan Sarapan Enak Soto H Achri Garut, Ternyata Pernah Ketemu Pedagangnya saat Umrah
"Banyak masyarakat yang perlu perubahan untuk negeri ini bisa menjadi negara hukum dimana kekuasaan bisa dikendalikan oleh hukum di mana prestasi menentukan posisi bukan koneksi," ujar Anies
"Praktik seperti itu yang menyebabkan kita perlu perubahan, kita tidak ingin Indonesia menjadi negara yang tidak teratur, tidak berlandaskan prinsip hukum," pungkasnya.
(TribunTravel.com/SA)
Baca tanpa iklan