Menanggapi hal tersebut, Corporate Communication Strategic of Lion Air Danang Mandala Prihartono menyebutkan bahwa terdapat tiga pesawat Lion Air yang dihentikan sementara.
Adapun tiga pesawat yang dihentikan memiliki nomor registrasi PK-LRF, PK-LRG, dan PK-LRI.
Disampaikan Danang, tiga pesawat tersebut saat ini dalam proses inspeksi.
Baca juga: Profil Airbus A350, Pesawat Japan Airlines yang Terbakar di Bandara Haneda Tokyo
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Lion Air telah mengoperasikan pesawat lain sebagai langkah pengelolaan operasional penerbangan.
Dengan cara ini, operasional maskapai Lion Air diakui Danang tidak akan terganggu.
"Pengoperasian rute (Boeing 737-9 MAX sebelum dihentikan operasionalnya) tidak menentu. Sesuai pergerakan atau rotasi pesawat," jelas Danang.
Saat ini, Lion Air masih mengoperasikan beberapa pesawat selain Boeing 737-9 MAX.
Di antaranya Boeing 737-800NG, Boeing 737-900ER, Airbus 330-300CEO, dan Airbus 330-900NEO.
Pesawat Boeing 737 Max 9 sebelumnya sempat menjadi perbincangan hangat pada tahun 2019.
Saat itu, Boeing 737 Max 9 sempat dihentikan operasionalnya untuk sementara usai kecelakaan pesawat yang terjadi di Indonesia dan Ethiopia.
Pakar penerbangan John Strickland mengatakan, penghentian sementara Boeing 737 Max 9 saat ini berbeda dengan kejadian sebelumnya.
Baca juga: Cerita Mengerikan Penumpang Alaska Airlines saat Jendela Pesawat Meledak dan Copot di Udara
Baca juga: Terungkap Penyebab Jendela Pesawat Alaska Airlines Jebol di Tengah Penerbangan
Sejak Boeing 737 Max 9 kembali beroperasi pasca dihentikan sementara pada tahun 2019, kata Strickland, pesawat tersebut memiliki catatan keselamatan yang sangat besar.
"Meskipun kita hanya tahu sedikit bukti mengapa bagian badan pesawat ini bisa keluar - ini tidak ada hubungannya dengan pesawat yang dilarang terbang selama 18 bulan," katanya kepada BBC.
"Tetapi, wajar jika Alaska Airlines mengambil pendekatan hati-hati untuk menghentikan armadanya," tutupnya.
(TribunTravel.com/SA)
Baca tanpa iklan