Suodiu diyakini sudah ditemukan ratusan tahun yang lalu oleh awak perahu.
Baca juga: 32 Fakta Unik Republik Ceko, Punya Kota Paling Tampan di Eropa hingga Hobi Berburu Jamur
Mereka biasanya akan menyiapkan suodiu saat mereka terdampar di tengah sungai tanpa makanan saat mengantarkan barang.
Untuk mengelabui perut, mereka akan menumis beberapa kerikil sungai dengan berbagai bumbu dan kemudian menyedot batu-batu itu sampai kering.
Hidangan tradisional tersebut akhirnya diwariskan dari generasi ke generasi.
Sekarang, pedagang street food di China terkadang terlihat menggoreng tumpukan batu sungai dengan minyak cabai, saus bawang putih, siung bawang putih dan campuran rempah-rempah.
Serangkaian video yang menunjukkan persiapan memasak suodiu di warung pinggir jalan baru-baru ini menjadi viral di Xiaohongshu (instagram versi China), memicu rasa penasaran jutaan orang.
Baca juga: Fakta Unik Kuil Fanjingshan China, Butuh 9.000 Langkah Buat Mencapainya
Bukan hanya kekhasan hidangan yang menarik perhatian awrganet, tetapi juga harganya yang mahal yaitu Rp 34 ribu per porsi.
Terlebih, mengingat fakta bahwa hampir tidak ada makanan yang bisa dimakan di dalam sajiannya.
Suodiu yang terdiri dari bebatuan sungai harus dihisap sebelum meludahkan kerikil kerasnya.
Beberapa mungkin tidak akan menyebutnya makanan, apalagi membayar uang untuk itu.
Baca juga: Century Park, Yu Garden, dan 8 Tempat Wisata Hits di Shanghai China Buat Liburan Akhir Tahun
Namun perlu diingat, bebatuan sungai tampaknya digunakan lantaran memiliki sensasi 'rasa laut' dengan seiring berjalannya waktu.
Jadi dengan menghisapnya, penikmat akan mendapatkan rasa ikan yang dipadukan dengan bumbu.
Setelah menghisap semua bebatuan, penikmat akan mendapatkan rasa sausnya.
Sensasi inilah yang membuat soudiu memiliki penikmat tersendiri.
(TribunTravel.com/KY/MYM)
Simak juga artikel lainnya seputar serba-serbi negara dunia di sini.
Baca tanpa iklan