Ada pula fotografer fashion yang mampu menambahkan sentuhan glamor.
Namun ada juga fotografer gaya bebas yang bisa menggabungkan semua bersama-sama.
Baca juga: Video Viral di TikTok, Pohon Tumbang Timpa Parkiran di UMS dan Bikin Puluhan Motor Hancur
2. Putuskan berapa jumlah foto yang diinginkan
Sebelumnya harus benar-benar jelas memberi rincian kepada fotografer tentang jumlah foto dan juga waktu persiapannya.
Misalnya untuk resepsi, pemberkatan, akad nikah, atau bahkan foto balik layar proses pernikahan.
3. Fotografer hebat pasti tarifnya mahal
Kelihatannya sih mudah, hanya tinggal jeprat-jepret saja, namun tentu membutuhkan kreativitas.
Selain itu, mengedit lebih dari seribu gambar membutuhkan waktu beberapa hari penuh.
Peralatan yang digunakan untuk pemotretan pun terbilang sangat mahal.
Baca juga: Video Viral Pengendara Motor Ngamuk dan Pecahkan Kaca Mobil dengan Helm
4. Kumpulkan referensi fotonya
Lihatlah foto-foto pernikahan dari berbagai budaya dan seluruh set gambar dari setiap pesta pernikahan yang pernah diambilnya.
Hal ini akan membantu memahami gaya memotret mereka dan kualitas yang ditawarkan.
5. Pilih fotografer yang kooperatif
Pilihlah fotografer yang punya kepribadian baik, kooperatif, dan membuat nyaman.
Sekalipun punya kemampuan hebat namun cara kerjanya membuat tertekan, sebaiknya tak perlu dipilih.
(TribunTravel.com/SA)
Baca tanpa iklan