Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Viral Starbucks Diduga Tak Pakai Buah Asli Buat Minumannya, Dituntut dengan Denda Rp 76,5 M

Penulis: Sinta Agustina
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi Starbucks. Starbucks harus menghadapi tuntutan karena menyajikan minuman yang diduga tidak menggunakan buah asli.

TRIBUNTRAVEL.COM - Viral brand minuman Starbucks harus menghadapi tuntutan karena menyajikan minuman yang diduga tidak menggunakan buah asli.

Melansir USA Today, Starbucks harus menghadapi gugatan perlindungan konsumen yang menuduh minuman penyegar buahnya tidak mengandung buah yang diiklankan.

Ilustrasi Starbucks. Starbucks harus menghadapi tuntutan karena menyajikan minuman yang diduga tidak menggunakan buah asli. (Pexels/Matthias Cooper)

Hal tersebut diputuskan hakim federal memutuskan pada Senin (18/9/2023) lalu.

Gugatan yang diajukan oleh Noan Kominis dari New York dan Jason McAllister dari California, menuduh Starbucks gagal memasukkan bahan-bahan dasar dalam lini minuman penyegarnya.

Baca juga: Barista Starbucks Bantu Gadis yang Diganggu Pria Tak Dikenal, Kirim Catatan Rahasia Lewat Minuman

Mereka mengklaim bahwa sejumlah minuman penyegar tidak menggunakan buah asli seperti yang seharusnya.

Adapun menu minuman yang dimaksud yaitu Mango Dragonfruit, Mango Dragonfruit Lemonade, Pineapple Passionfruit, Pineapple Passionfruit Lemonade, Strawberry Açai, dan Strawberry Açai Lemonade Refresher.

LIHAT JUGA:

Mereka tidak membantah bahwa buah-buahan lain yang diiklankan termasuk nanas, stroberi, dan buah naga juga ada dalam minuman tersebut.

Penggugat mengklaim dalam gugatannya bahwa mereka membayar harga premium untuk minuman tersebut.

Mereka mengaku tidak akan membeli jika mereka mengetahui bahwa tidak ada buah yang disebutkan.

Baca juga: Harga Tumbler Starbucks BLACKPINK di Indonesia Paling Mahal Rp 2 Juta, Apa Istimewanya?

Mereka menuduh bahwa produk tersebut sebagian besar terbuat dari air, konsentrat jus anggur, dan gula, sehingga mereka tidak bersedia membayar harga yang sama.

Gugatan tersebut juga menunjukkan bahwa Starbucks umumnya memberi nama produk berdasarkan bahan-bahan di dalamnya, seperti matcha dalam Iced Matcha Tea Latte dan madu dan mint dalam Honey Citrus Mint Tea.

Ilustrasi Starbucks. Starbucks harus menghadapi tuntutan karena menyajikan minuman yang diduga tidak menggunakan buah asli. (Unsplash/Florinel Gorgan)

Akibatnya, para penggugat pun menuntut Starbucks sebesar 5 juta Dolar AS atau sekira Rp 76,5 miliar.

Adapun mereka menggugat Starbucks dengan Undang-undang Perlindungan Konsumen.

Menanggapi tuntutan tersebut, Starbucks pun angkat bicara dalam sebuah pernyataan.

Halaman
12