Saat polisi berbicara dengan korban, korban melihat satu penculiknya, Jeffry Arista, berdiri di dekatnya dan “tampaknya merekamnya dengan ponsel.”
Korban menunjuk Arista, dan polisi menahannya.
Menurut pernyataan tertulis, Gomez berusaha melarikan diri dari lokasi kejadian dengan mengendarai Porsche tetapi akhirnya menabrak mobil lain di dekatnya, dan polisi menangkap Jonathan Arista ketika dia mencoba meninggalkan tempat kejadian.
Setelah mengalami kecelakaan, kata jaksa, Gomez bersembunyi selama beberapa waktu di balik semak, lalu berangkat ke terminal bus.
Butuh waktu beberapa jam sebelum polisi menemukannya, namun ketika mereka menemukannya, dia mengaku kepada penyelidik bahwa dia dan Arista bersaudara merencanakan penculikan untuk menagih hutang yang belum dibayar.
Gomez pun mengaku belum mengetahui target yang dituju.
“Gomez mengaku, setelah menculik korban dengan todongan senjata dan membawanya ke kediamannya, dia dan Arista bersaudara menyadari bahwa mereka telah menculik orang yang salah,” bunyi pernyataan tertulis tersebut.
Berdasarkan siaran pers dari Kantor Kejaksaan Amerika Serikat, Arista bersaudara pertama kali hadir di pengadilan pada 16 Oktober, dengan masing-masing menghadapi dakwaan penculikan dan konspirasi penculikan.
Jika terbukti bersalah, mereka menghadapi kemungkinan hukuman penjara seumur hidup.
Gomez belum hadir di pengadilan, meski ia menghadapi dakwaan dan kemungkinan hukuman yang sama.
Ambar/TribunTravel
Baca tanpa iklan