Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Viral 3 Pria Diduga Pakai Kamar Mandi Airbnb Buat Jadi Ruang Penyiksaan, Korban Ternyata Salah Culik

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi pria diculik. Viral tiga pria pakai kamar mandi Airbnb jadi ruang penyiksaan. Parahnya korban, bukan target sebenarnya alias salah tangkap.

TRIBUNTRAVEL.COM - Tiga pria Florida kini menghadapi tuntutan federal menyusul penculikan yang melibatkan orang yang salah — dan waterboarding di Airbnb setempat.

Orang-orang tersebut, dua bersaudara Jonathan dan Jeffry Arista serta rekannya Raymond Gomez, diduga menculik korban mereka – yang bukan orang yang diyakini tersangka – di luar apartemen mereka.

Ilustrasi kamar mandi Airbnb. Viral tiga pria pakai kamar mandi Airbnb jadi ruang penyiksaan. Parahnya korban, bukan target sebenarnya alias salah tangkap. (R ARCHITECTURE /Unsplash)

Seperti yang dilaporkan Miami New Times, para tersangka kemudian memaksa korbannya masuk ke dalam mobil Dodge Charger putih dengan lampu polisi palsu, menutup matanya dengan penutup, dan mengantarnya ke Airbnb mereka di Plantation.

Di sana, menurut surat pernyataan penangkapan, mereka mengklaim korban berhutang uang dan berusaha memeras uang darinya.

Satu tersangka juga berpakaian seperti petugas, termasuk lencana emas dan rompi taktis.

Namun, tidak lama setelah mereka tiba di Airbnb, Gomez dan Arista bersaudara menyadari bahwa mereka telah melakukan kesalahan — dan menculik orang yang salah.

Sayangnya bagi korban, target yang dituju adalah rekan kerjanya, jadi alih-alih membiarkan korbannya pergi, para penculik diduga memutuskan untuk memanfaatkan situasi tersebut untuk keuntungan mereka.

Berdasarkan pernyataan tertulis, mereka kemudian menyiksa korbannya dengan menodongkan senjata ke kepalanya, menempelkan ujung bor listrik ke kulitnya, dan mengancam nyawanya.

Kemudian, ketiga pria tersebut diduga melakukan waterboarding terhadap korban di kamar mandi Airbnb, menutupi wajahnya dengan “empat atau lima masker hitam” dan menuangkan ember berisi air ke tubuhnya.

Para penculik akhirnya mengetahui bahwa target yang mereka tuju ada di klub tari Booby Trap di Pantai Pompano.

Mereka bertukar pikiran tentang rencana menggunakan korban mereka untuk menangkap pria lain.

Ketiga pria tersebut diduga membawa korbannya kembali ke luar dan masuk ke dalam mobil Porsche hitam, yang kemudian dikendarai Gomez ke klub.

Di sana, kata jaksa, mereka menyuruh korbannya untuk memancing target agar mereka “mengatur untuk menculiknya”.

Namun, korban justru menelepon polisi untuk melaporkan “ancaman bom” dan berharap mendapat tanggapan secepat mungkin.

Rencananya ternyata berhasil, ketika polisi tiba di lokasi kejadian sekitar jam 2 pagi pada tanggal 14 Oktober.

Halaman
12