"Selama kedua orang tersebut baik hati, penuh perhatian dan menghormati satu sama lain, hidup bersama namun menjalani kehidupan terpisah bisa berhasil," jelasnya.
Meski demikian, sambung Smerling, anak-anak menjadi sangat putus asa terhadap perceraian.
"Perceraian menjadi hal yang bersifat litigasi dan mengganggu kehidupan sehari-hari mereka," kata Smerling yang telah bekerja di bidang terapi keluarga selama dua dekade.
Baca juga: Kisah Viral Pasangan Suami Istri Bercerai 3 Menit setelah Resmi Menikah
Baca juga: Video Viral Pasangan Pemberani Makan di Atas Air Terjun yang Deras, Biayanya Rp 76 Juta
Smerling menuturkan, bercerai dan tetap seatap menjadi solusi agar anak tidak kehilangan kasih sayang salah satu dari orang tuanya.
"Tetapi ketika anak-anak, baik berusia 5 atau 25 tahun, melihat orang tua mereka yang bercerai tinggal dan mengasuh anak bersama, dan tampil sebagai tim yang penuh kasih sayang," jelasnya.
"Hal ini akan lebih baik daripada perpisahan yang tiba-tiba," tutup dia.
(TribunTravel.com/SA)
Baca tanpa iklan