Pada saat enzim pertama memutus rantai, ia bukan lagi plastik, bukan pula polimer lagi.
"Itu monomer. Itu elemennya," kata desainer muda tersebut.
Baca juga: Viral YouTuber Menyusup dan Berpose di New York Fashion Week dengan Pakaian Kantong Sampah
"Mikroplastik terlihat seperti sebuah molekul, tapi sebenarnya itu adalah potongan plastik yang sangat kecil dan tidak pecah," imbuhnya.
Zat yang dihasilkan rupanya berbau seperti vanilin, namun Ortolani belum mencicipinya, begitu pula orang lain.
Ada alasan bagus untuk itu karena adalah yang pertama di dunia.
Maka bahan dianggap sebagai bahan yang benar-benar baru oleh badan keamanan pangan, sehingga tidak seorang pun boleh memakannya sampai bahan tersebut dipelajari dan dianggap aman untuk dikonsumsi.
Baca juga: Video Viral, Mie Gacoan Medan Diserbu Gerombolan Ormas, Ngotot Minta Jatah Parkir
Namun, struktur molekulnya identik dengan vanillin.
Es krim vanila pertama yang dibumbui dengan vanillin sintesis plastik saat ini disimpan di lemari es dan dipajang di Central Saint Martins.
Sang perancang berharap pencapaiannya akan memulai perbincangan tentang daur ulang serta cara memandang produk sintetis dan alami.
Ortolani mengungkapkan, "Jika saya memberi tahu 'bahan dalam es krim itu berasal dari sampah plastik', Anda akan benar-benar muak dengan hal itu.
Tetapi ketika memahami bahwa pada dasarnya segala sesuatu adalah bagian dari ekosistem yang sama dan kita bahkan dapat menganggap plastik sebagai bagian dari ekosistem yang sama, maka hal ini sangat masuk akal.
Kita secara drastis harus mengubah cara kita makan dan cara kita memandang makanan.
Saya tidak mengatakan bahwa kita harus memandang masa depan pangan sebagai segala sesuatu yang bersifat sintetis atau melalui proses super, namun ini hanyalah masalah kompromi bagi saya."
Baca juga: Lucunya Tentara Amerika Keciduk Jajan Pop Ice di Situbondo, Videonya Viral di Medsos
(TribunTravel.com/mym)
Untuk membaca artikel terkait berita viral, kunjungi laman ini.
Baca tanpa iklan