Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Mumi Firaun Ramses II Membutuhkan Paspor untuk Terbang ke Paris, Kok Bisa?

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Gambar ini memperlihatkan sarkofagus firaun Ramses II saat upacara peresmian menjelang pembukaan pameran bertajuk 'Ramses dan Emas Para Firaun' (Ramses et l'or des pharaons) di Grande Halle de la Villette di Paris pada bulan April 3, 2023.

TRIBUNTRAVEL.COM - Ada banyak firaun besar yang memerintah Mesir kuno, di antaranya Ramses II.

Patung-patung dan bangunan didirikan untuk menghormati Ramses II, dan dia tidak pernah mengalami pemberontakan oleh militernya – tapi itu bukanlah hal yang paling menarik tentang dirinya.

Baca juga: 9 Misteri Mesir Kuno yang Belum Terpecahkan, Negeri Punt Dijuluki Tanah Tuhan

Satu dari 2.000 kepala domba jantan yang ditemukan oleh para arkeolog di kuil Mesir kuno. Ribuan kepala domba yang ditemukan merupakan persembahan untuk Ramses II 1.000 tahun setelah kematiannya. (Ministry of Tourism and Antiquities/Facebook)

Baca juga: 20 Fakta Unik Kucing, Dewa Keberuntungan Mesir Kuno dan Otaknya Mirip dengan Manusia

Pada 1970-an, Ramses II menjadi firaun pertama (walaupun sudah meninggal) yang diberikan paspor sah oleh pemerintah Mesir.

Bagaimana bisa mumi Ramses II mendapat paspornya?

Baca juga: Menguak Misteri 12 Potongan Tangan di Halaman Istana Mesir Kuno, Benarkah Korban Ritual?

Baca juga: Video Viral di TikTok, Pria Ngaku Batuk Berdarah usai Buka Makam Mesir Kuno, Apa Fakta Sebenarnya?

Ramses II

Dilansir thevintagenews, Ramses II adalah satu penguasa paling berkuasa di Mesir kuno, memerintah selama kurang lebih 66 tahun pada abad ke-12 SM sebagai firaun ketiga dari Dinasti Kesembilan Belas.

Ahli Mesir Kuno pada abad ke-19 menjulukinya “Ramses Agung” setelah menemukan bahwa situs arkeologi di Mesir, Sudan, dan Palestina modern berisi monumen, kuil, istana, dan tempat suci yang dibangun untuk menghormatinya.

Julukan “Agung” tampaknya memang pantas diterima, karena sumber sejarah membuktikan bahwa firaun perkasa memerintah Mesir pada masa kelimpahan, kemakmuran, dan penaklukan militer.

Ayahnya, Seti I (dikenal sebagai Ramses I), berasal dari keluarga non-kerajaan dan naik takhta setelah kematian Akhenaten, yang berusaha mengubah masyarakat Mesir menjadi agama monoteistik yang baru diperkenalkan.

Seti mengangkat putranya menjadi jenderal militer ketika Ramses kecil baru berusia 10 tahun dan mengangkatnya menjadi pangeran ketika ia berusia 14 tahun.

Sejarawan kontemporer tidak yakin pada usia berapa ia mewarisi takhta, namun kemungkinan besar ia menjadi raja pada usia awal dua puluhan.

Selama masa pemerintahannya, ia memimpin beberapa kampanye militer yang sukses ke Suriah dan Nubia (Sudan modern); perilakunya sebagai prajurit dan reformasi populis menjadikannya favorit di antara rakyatnya dan tidak ada pemberontakan yang mengancam untuk melengserkannya.

Obsesinya terhadap pembangunan dan kemajuan meninggalkan jejak di Mesir dalam bentuk pusat kota yang berkembang pesat dan keajaiban arsitektur.

Beberapa bangunan yang dibangun pada masa pemerintahannya menunjukkan bahwa ia, seperti kebanyakan firaun, agak narsis.

Di Kuil Agung Ptah, dekat Memphis, antek-anteknya mendirikan patung raksasa seberat 91 ton.

Baca juga: Viral Arkeolog Temukan Ribuan Kepala Domba di dalam Kuil Mesir Kuno, Buat Apa?

Foto yang diambil pada 6 April 2023 memperlihatkan sarkofagus firaun Ramses II yang dipajang pada hari pembukaan pameran bertajuk "Ramses dan Emas Para Firaun" (Ramses et l'or des pharaons) di Grande Halle de la Villette di Paris. Pameran yang berkeliling di 10 kota dan mengeksplorasi kehidupan Ramses Agung ini berlangsung hingga 6 September 2023 di Paris. (Anne-Christine POUJOULAT / AFP)
Halaman
123