Menurut saksi, lanjut Aryo, lift akan mendapat perawatan saat terjadi kerusakan.
"Baru empat bulan tali lift diganti, serta ada fakta-fakta lainnya yang tidak kami buka hari ini," sambungnya.
Pihaknya akan memeriksa saksi lainnya untuk mendapatkan fakta baru dari insiden tersebut.
Baca juga: Kabur Sejenak dari Polusi Udara Jakarta, Bali Jadi Tujuan hingga Ada Peningkatan Okupansi Hotel
Ada unsur kelalaian
Dari hasil pemeriksaan sementara, Labfor Polda Bali, Polres Gianyar, dan Polsek Ubud menemukan adanya unsur kelalaian.
Menurut informasi yang ada, lift tersebut dibangun sejak tahun 2019 dan setiap hari dipakai.
Namun fakta di lapangan mengungkapkan bahwa lift tersebut jarang mendapatkan perawatan.
"Tapi sampai saat (kejadian) belum ada perbaikan hingga tiba-tiba tali lift itu terputus," ucap Aryo.
Sementara itu dilaporkan Tribun Bali, untuk penyebab pastinya, Kapolsek Ubud Kompol I Made Uder mengatakan bahwa saat ini masih dalam penyelidikan.
"Penyebab pasti kejadian secara pasti masih dalam lidik, namun ada dugaan pada saat ke lima orang korban tersebut hendak naik ke atas dan sudah hampir dekat dengan titik pemberhentian lift (hampir sampai di atas), tiba-tiba tali seling yang terbuat dari baja sebagai penarik tabung lift putus," jelas I Made Uder pada Jumat (1/9/2023).
Baca juga: Viral Turis Bagikan Foto Perairan di Bali yang Tercemar Sampah Plastik
Baca juga: Viral Wahana Flying Fish di Tanjung Benoa Bali Dilarang, Buntut Wisatawan Jepang Terjatuh
Menurut perkiraan, sambung I Made Uder, tali seling baja tidak kuat menahan beban saat naik ke atas.
"Diperkirakan tali seling baja tersebut tidak kuat menarik beban ke atas yang cukup berat dan safety pengganjal/rem tidak berfungsi sehingga lift meluncur dengan kecepatan tinggi ke bawah sehingga tidak bisa dihindari terjadi musibah tersebut, di mana penumpang lift tersebut meninggal dunia," kata dia.
"Kasus ini masih kami dalami," tutupnya.
(TribunTravel.com/SA)
Baca tanpa iklan