Selain itu, kabupaten Wonogiri juga tertulis jelas pada bodi bus, memberi kesan khas daerah asalnya.
Baca juga: Harga Tiket Masuk Waduk Gajah Mungkur, Destinasi Ikonik di Wonogiri yang Tawarkan Banyak Keseuran
Kendaraan ini memiliki ukuran medium dan menggunakan mesin diesel Isuzu yang handal.
Keamanan penumpang menjadi prioritas utama dalam pelayanan BRT Trans Jateng Koridor 7.
Setiap unit bus dilengkapi dengan empat kamera, yang memantau kondisi di dalam dan di luar bus.
Dengan begitu, pengemudi dapat fokus pada tugasnya tanpa khawatir terjadi masalah di dalam kendaraan.
Baca juga: Kulineran Sambil Berwisata di Den Katul, Tempat Makan di Wonogiri dengan View Keindahan Persawahan
Fasilitas pendingin udara juga dipasang, sehingga para penumpang dapat menikmati perjalanan dengan nyaman meskipun di tengah teriknya siang.
Untuk memudahkan masyarakat dalam memanfaatkan layanan BRT Trans Jateng Koridor 7, telah disediakan aplikasi bernama “Si Anteng”.
Aplikasi ini memuat informasi tentang rute dan lokasi pemberhentian BRT Trans Jateng Koridor 7, sehingga penumpang dapat merencanakan perjalanannya dengan lebih efisien.
Tarif yang ditawarkan juga sangat terjangkau, hanya Rp 4.000 untuk penumpang umum dan Rp 2.000 untuk buruh, pelajar, serta veteran.
Dengan adanya BRT Trans Jateng Koridor 7 (Solo-Wonogiri), pemandangan di jalanan Solo dan Wonogiri semakin berwarna-warni.
Transportasi modern itu tidak hanya menawarkan kenyamanan, tetapi juga efisiensi dan keamanan bagi penumpang.
Masyarakat di kedua daerah pun kini memiliki alternatif transportasi yang menyenangkan untuk perjalanan sehari-hari mereka.
Baca juga: UPDATE Jadwal Kereta Api Batara Kresna Solo-Wonogiri PP, Tiketnya Murah Cuma Rp 4 Ribu
(TribunTravel.com/mym)
Untuk membaca artikel terkait berita viral, kunjungi laman ini.
Baca tanpa iklan