TRIBUNTRAVEL.COM - Nilai tukar mata uang Yen Jepang terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) kini sedang melemah.
Melansir Kompas.com, kondisi ini disebabkan kenaikan suku bunga Bank Sentral AS, The Federal Reserve (The Fed) menjadi 5,25-5,5 persen pada Rabu (26/7/2023) lalu.
Nilai tersebut merupakan level tertinggi dalam 22 tahun terakhir.
Kondisi tersebut menyebabkan aliran modal keluar (capital outflow) yang turut melemahkan nilai tukar mata uang.
Baca juga: Harga Tiket Masuk Yomiuriland, Tempat Wisata Hits di Tokyo Jepang Buat Liburan Keluarga
"Terjadi capital outflow yang besar-besaran dan masing-masing negara Dollar-nya itu keluar ke pasar global," ujar Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Tauhid Ahmad pada Senin (21/8/2023).
"Nah, itu yang mengakibatkan tekanan mata uang masing-masing negara terhadap dollar AS," imbuhnya.
LIHAT JUGA:
Sebagai perbandingan, kurs Yen pada awal tahun 2023 masih berada di angka Rp 118,73.
Menariknya, dilaporkan Kompas.com, nilai tukar Yen terhadap Dolar AS jatuh lebih dalam dibandingkan rupiah.
Jatuhnya nilai tukar Yen juga membuatnya melemah di hadapan rupiah. karena nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS, tidak jatuh sedalam Yen.
Baca juga: HTM Warner Bros Studio Tour Tokyo – The Making of Harry Potter, Tempat Wisata Baru di Jepang
Berdasarkan pantauan TribunTravel pada Jumat (25/8/2023) siang, nilai tukar Yen terhadap Rupiah berada di angka Rp 104,72.
Sebagai perbandingan, kurs Yen Jepang pada awal tahun 2023 masih berada di angka Rp 118,73.
Liburan ke Jepang jadi lebih murah
Melemahnya nilai tukar Yen terhadap Dolar disebut-sebut membuat liburan ke Jepang menjadi murah.
Sejumlah tarif perjalanan wisata di Jepang menjadi lebih terjangkau.
Baca tanpa iklan