Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Sadis, Perawat Nekat Bunuh 7 Bayi yang Baru Lahir di RS, Korban Paling Muda Umur 1 Hari

Penulis: Ratna Widyawati
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi bayi. Seorang perawat Rumah Sakit di Inggris tega bunuh 7 bayi yang baru lahir, sempat akan membunuh 6 bayi lainnya.

Letby akan dijatuhi hukuman pada hari Senin dan menghadapi hukuman penjara yang panjang, mungkin hukuman seumur hidup yang jarang terjadi.

Tindakannya terungkap ketika dokter senior mengkhawatirkan jumlah kematian yang tidak dapat dijelaskan dan pingsan di unit neonatal, tempat bayi prematur atau sakit dirawat, selama 18 bulan sejak Januari 2015.

Dengan dokter tidak dapat menemukan alasan medis,hingga polisi dipanggil.

"Setelah penyelidikan yang panjang, Letby, yang telah terlibat dalam perawatan bayi, ditunjuk sebagai tersangka,", kata jaksa Nick Johnson.

Gambar Letby di media sosial menggambarkan seorang wanita yang bahagia dan tersenyum dengan kehidupan sosial yang sibuk, dan di salah satu foto dia terlihat sedang menggendong bayi.

Tapi, selama berbulan-bulan bukti yang sering menyusahkan, persidangannya mendengar bahwa dia adalah pembunuh yang gigih.

Juri diberi tahu bagaimana Letby telah mencoba empat kali untuk membunuh seorang bayi perempuan sebelum dia akhirnya berhasil.

Ketika ibu korban yang lain masuk dengan bayi kembarnya, dia berkata: "Percayalah, saya seorang perawat".

Di rumahnya setelah penangkapannya, detektif menemukan dokumen dan catatan medis yang merujuk pada anak-anak yang terlibat dalam kasus tersebut.

Dia juga melakukan pencarian media sosial untuk orang tua dan keluarga bayi yang terbunuh.

Letby menangis ketika dia memberikan bukti selama 14 hari, mengatakan dia tidak pernah mencoba menyakiti bayi-bayi itu dan hanya ingin merawat mereka, menyalahkan tingkat staf yang tidak aman di bangsal dan kondisinya yang kotor.

Dia juga mengklaim empat dokter telah bersekongkol untuk menyalahkannya atas kegagalan unit tersebut dan telah menulis pesan "Saya jahat" karena dia merasa kewalahan.

Pembohong yang kejam

Tetapi penuntutan mengatakan dia adalah seorang pembohong yang dingin, kejam, penuh perhitungan yang telah berulang kali mengubah akunnya tentang peristiwa dan catatannya harus diperlakukan sebagai pengakuan.

Detektif mengatakan mereka tidak menemukan hal yang aneh tentang kehidupan Letby dan tidak dapat menentukan motif apa pun.

Halaman
123