Seperti pesawat Lufthansa misalnya.
Baca juga: Nasib Sial Penumpang Pesawat, Liburannya Kacau dan Terdampar di Bandara karena Penerbangan Dialihkan
Beberapa pesawat Lufthansa terlihat berhenti di landasan pacu Bandara Frankfurt dan tak dioperasikan di hari itu.
Namun Bandara Frankfurt bukanlah satu-satunya bandara yang terkena dampak buruk dari cuaca ekstrem.
Cuaca ekstrem di Eropa juga melanda ratusan kota di Jerman.
Petugas pemadam kebakaran kota diuji saat mereka menghadiri lebih dari 500 panggilan terkait badai, dengan lebih dari 350 bangunan terendam air dan 17 pohon tumbang.
Adegan serupa terlihat di bagian lain Jerman, dengan banyak lorong, garasi, dan bahkan seluruh jalan tergenang air - terutama di barat daya, di mana lebih dari 25.000 sambaran petir tercatat dalam waktu sekira satu jam.
Cerita Penumpang Terjebak 7 Jam di Pesawat karena Bandara Kebanjiran
Insidne bandara kebanjiran bukan kali pertama terjadi.
Sebuah penerbangan Qantas sebelumnya juga mengalami kendala karena insiden bandara kebanjiran.
Penumpang Qantas terlihat kebingungan dan terjebak di dalam pesawat yang terparkir di landasan selama 7 jam.
Ava Sycamore, seorang remaja Australia menceritakan kisahnya yang terjebak 7 jam di dalam pesawat kepada ibunya, Renee.
Kepada news.com.au, Renee mengatakan bahwa penerbangan putrinya mengalami kendala karena banjir melanda kawasan Bandara Auckland Australia.
Sebagai pemain junior elit dengan Federasi Tenis Internasional (ITF), Ava sengaja terbang ke Sydney sehari lebih awal dibanding pemain lain.
Namun sayang rencana penerbangannya menjadi kacau karena faktor cuaca.
Saat itu, Ava memesan penerbangan Qantas QF148, yang dibatalkan setelah penumpang naik ke penerbangan sekira pukul 18:15 waktu setempat pada hari Jumat (27/1/2023).
Baca tanpa iklan