Tetapi, mereka akhirnya menyerah karena risiko bagi pengguna jalan lain dan petugas polisi.
"Ahmed mencapai A34 dan masih mengemudi dengan kecepatan 70 mph di zona 30 mph, salah jalan di sekitar bundaran, melewati lampu merah, dan di sisi jalan yang salah menuju lalu lintas," kata juru bicara itu.
"Pengemudiannya sangat sembrono sehingga polisi tidak dapat terus mengejarnya karena risiko yang ditimbulkannya," kata Det Insp Darren Lillywhite.
Baca juga: Kronologi Seorang Wanita di Korea Selatan Bunuh dan Mutilasi Guru Lesnya, Ketahuan Sopir Taksi
"Rekan kami dari NPAS melacaknya, dan untungnya, rekan kami dari RPU Polisi Warwickshire dapat menangkapnya dan melakukan penangkapan," imbuh Det Insp Darren Lillywhite.
"Ahmed sangat beruntung tidak menyebabkan cedera serius baik pada dirinya sendiri, petugas kami, atau pengguna jalan lainnya. Cara mengemudinya mengerikan." kata Det Insp Darren Lillywhite
Kemudian setelah ditangkap, Ahmed dijatuhi hukuman penjara 14 bulan yang ditangguhkan dan diberi larangan mengemudi selama 18 bulan karena mengambil kendaraan yang diperparah dengan mengemudi yang berbahaya.
Dia juga diperintahkan untuk menyelesaikan 150 jam kerja tanpa bayaran, 15 sesi persyaratan kegiatan rehabilitasi dan membayar 841 pound sterling atau sekira 16 juta rupiah kepada sopir taksi sebagai kompensasi.
Viral Sopir Taksi Online Bantu Ibu Melahirkan di Mobilnya
Sementara itu, video viral detik-detik ibu melahirkan dalam mobil taksi online di Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (6/7/2023).
Hamid Saputra, sang sopir mengungkap bagaimana suasana dan rasa tegang saat ibu melahirkan dalam taksi online yang dikendarainya.
Peristiwa ibu melahirkan dalam taksi online di Palembang bermula Hamid yang sedang berada di sekitaran Museum Purbakala mendapat orderan mengantar penumpang pada Kamis dini hari sekira pukul 04.00 WIB.
Ketika sampai di titik jemput, Hamid melihat ada seorang perempuan hamil bersama bidan dan satu ibu-ibu.
Baca juga: Naik Taksi di Bangkok Thailand Bikin Uang Menipis? 4 Transportasi Ini Bisa Jadi Alternatif
"Jadi dia itu orderan kedua, dia pesan dari daerah Musi 6 tujuan Rumah Sakit AK Gani," ujarnya.
Hamid juga tak menyangka pelanggan yang dia bawa ternyata akan melahirkan.
"Jadi pas sampai di halaman rumah sakit itu, bidan sama ibu-ibu yang sama pasien itu langsung turun untuk mencari kursi roda dan minta ibu yang hamil itu untuk jangan mengeden dulu sebentar agar tidak langsung lahir di dalam," ujar dia.
Lalu setelah mereka pergi tinggalah Hamid bersama dengan pasien sendiri di dalam mobil. Dengan rasa was-was dan takut, Hamid masih mendampingi customernya.
Baca tanpa iklan