Hengky Kurniawan menegaskan, total invertasi Rp 10 triliun tidak hanya digunakan untuk membangun patung Soekarno saja.
Ada juga beragam fasilitas termasuk perumahan, perkantoran, pusat bisnis yang saling terintegrasi.
Menurut perkiraan Hengky Kurniawan, biaya investasi tidak menutup kemungkinan bisa naik.
"Mungkin bisa Rp 20 triliun karena luasan yang nanti dibangun itu hampir kayak Kota Baru Parahyangan, 1.270 hektare," kata Hengky Kurniawan, dikutip dari Kompas.com.
Hengky Kurniawan melanjutkan, pihaknya sudah meminta kepada DPMPTSP Bandung Barat untuk membantu siapa saja yang akan berinvestasi.
Hengky Kurniawan juga sedang memikirkan pembangunan infrastrukur jalan, sehingga lokasi patung Soekarno mudah diakses pengunjung.
"Wacananya akan dibuka gerbang tol baru di kilometer 106 tol Cipularang. Jadi aksesnya juga dibuat," tandasnya.
Baca juga: 10 Tempat Wisata di Bandung dan Bandung Barat Lengkap dengan Harga Tiket Masuk, Rute serta Alamat
3. Lokasi Pembangunan Patung Soekarno
Pembangunan patung Soekarno akan berada di kawasan Perkebunan Walini yang diketahui di bawah pengelolaan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII.
PTPN VIII kini memegang hak pengelolaan (HPL) eksisting lahan Walini.
Adapun lahan yang disiapkan untuk pembangunan patung Soekarno mencapai 1.270 hektare.
Lokasinya juga strategis dan akan dilewati Jalan Tol Cipularang dan Jalan Raya Bandung-Purwakarta, serta jalur Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB).
Selain berada di perkebunan Walini, lokasi proyek juga berada di eks proyek Transit Oriented Development (TOD) Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) yang pembangunannya batal.
Baca juga: Harga Tiket Masuk Fairy Garden, Tempat Wisata di Bandung Barat Bak Negeri Dongeng
4. Desain Sempat Berubah
"Patung itu akan dibangun setinggi 100 meter di atas lahan 1.270 hektare dengan nilai investasi Rp 10 triliun," tutur Maman.
Baca tanpa iklan