Midun dan keluarganya juga dijanjikan akan diajak rekreasi bila tidak melanjutkan perjalanannya.
Namun, Midun tetap memilih bersepeda dari Malang dan melanjutkan ke Stadion Gelora Delta Sidoarjo.
Dirinya juga menerima informasi, bahwa istri Midun yakni Nowo Dyah Sihkanti (46) didatangi oleh Kepala Dinas Pariwisata Pemkot Batu. Hal itu untuk membujuk Midun agar tidak melanjutkan perjalanannya.
"Salah satu anaknya komunikasi dengan saya, bahwa istrinya Pak Midun ini didatangi Kepala Dinas Pariwisata beserta jajarannya untuk diajak menemui Pak Midun di Gelora Delta Sidoarjo," terangnya.
Dyan pun menyampaikan, Midun tetap ingin menuntaskan ekspedisi bersepedanya hingga ke Jakarta. Namun, Midun juga terbebani dengan pikiran nasib dari keluarganya.
"Tadi sudah sempat saya kontak siang tadi, masih di Gelora Delta Sidoarjo. Kalau keinginan Pak Midun, inginnya terus melanjutkan perjalanan. Tetapi, beliau juga kepikiran dengan keluarganya di rumah karena didatangi orang-orang dari kantornya," bebernya.
Dirinya mewakili pihak TGA, amat menyayangkan sikap dari Pemkot Batu.
Menurutnya, aksi yang dilakukan Midun merupakan bentuk kebebasan berekspresi dalam menyuarakan pendapat.
"Setiap orang berhak mengeluarkan pendapat dan berekspresi selama masih di dalam hal yang wajar. Apalagi Pak Midun ini bawa misi kemanusiaan dan memberitahukan kepada masyarakat Indonesia bahwa tragedi Kanjuruhan masih perlu diurusi dengan serius oleh pemerintah, terutama dalam hal keadilan," tandasnya.
Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul Sosok ASN Gowes dari Malang ke GBK Demi Korban Tragedi Kanjuruhan, Nangis di Pemberhentian Terakhir.
Baca tanpa iklan