Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Sempat Diintimidasi, Pria 53 Tahun Nekat Gowes Sepeda 800 Km Perjuangkan Korban Tragedi Kanjuruhan

Editor: Ratna Widyawati
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Seorang pria berusia 53 tahun nekat gowes sepeda sejauh 800 km demi memperjuangkan korban Tragedi Kanjuruhan, meski sempat mendapat intimidasi.

TRIBUNTRAVEL.COM - Tragedi Kanjuruhan yang terjadi pada tanggal 1 Oktober 2022 lalu masih menyisahkan duka dan cerita bagi keluarga dan para korban selamat.

Seorang pria berusia 53 tahun yang berprofesi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), Miftahudin Ramli atau yang akrab disapa Midun baru-baru ini nekat mengayuh sepeda sejauh 800 km demi memperjuangkan korban Tragedi Kanjuruhan.

Seorang pria berusia 53 tahun nekat gowes sepeda sejauh 800 km demi memperjuangkan korban Tragedi Kanjuruhan, meski sempat mendapat intimidasi. (TribunJatim.com)

Midun mengayuh sepedanya dari Malang dengan tujuan akhir Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senanyan, Jakarta pada Senin (14/8/2023).

Diketahui Midun menempuh perjalanan sejak 3 Agustus demi nazar untuk menyampaikan aspirasi kepada masyarakat dan mengenang para korban Tragedi Kanjuruhan.

Baca juga: Penumpang Bikin Keributan dan Ancam Bom di Pesawat, Bikin Pesawat Harus Putar Balik

Pria berkacamata itu tiba dengan menggunakan kaus hitam bertuliskan 'tragedi Kanjuruhan 1 Oktober sudah diusut tuntas. Alhamdulillah yang salah angin. Astaghfirullah'.

Perasaan Midun yang tak karuan itu pun tak kuasa menumpahkan air matanya saat tiba di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Baca juga: Viral Pria Kentut Lebih dari 70 Kali di Bus, Bikin Penumpang Lain Mabuk dan Pusing

Namun, ketika di pemberhentian terakhirnya, Midun tak diperkenankan masuk ke area SUGBK.

Midun tak diperbolehkan masuk ke area ring road SUGBK dengan sepedanya.

Baca juga: Kualitas Udara Jakarta Kian Memburuk, Jokowi Dorong Pekerja WFH hingga Rekasaya Cuaca

Petugas keamanan hanya mengizinkan Midun seorang untuk masuk.

"Kalau saya masuk sendiri ngapain, itu yang lebih penting (sepedanya), " kata Midun dengan nada bergetar.

"Mereka tidak menghendaki saya masuk. Tapi saya yakin itu bukan kehendak mereka yang bertugas, saya paham. Yang penting saya sudah menjalankan nazar saya," imbuhnya, seperti dikutip Tribun Jatim dari Tribunnews.com

Baca juga: Viral 5 Remaja Tulungagung Ketahuan Mesum di Dalam Masjid, Tertangkap Basah saat Dini Hari

Midun merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Batu, yang menyampaikan aspirasi terrkait korban Tragedi Kanjuruhan.

Sejatinya Midun telah sampi di ibu kota pada Minggu (13/8/2023) sekira pukul 22.00 WIB. Midun bermalam di kawasan Bulungan, Jakarta Selatan.

Baca juga: Viral Video Aksi Nyeleneh Wanita Menari di Kereta Api Jepang, Banjir Hujatan Warganet

Dalam perjalanannya, sepeda yang dikayuh Midun harus menjalankan perbaikan di sejumlah titik yaitu, Semarang, Pemalang, dan Bulungan.

Sepeda Federal 2000 yang digunakan pun Midun modifikasi dengan berbonceng keranda bertuliskan 'Justice For Kanjuruhan' di sisi kirinya.

Halaman
123