"Pertama jalan rusak dan lampu penerang jalan yang minim, serta ada yang mati. Sedangkan wisatawan yang berkunjung ke Amed sebagian besar berjalan, tak mau naik kendaraan," demikian sambung dia.
Ketua PHRI Karangasem, Wayan Kariasa mengatakan, kondisi serupa juga terjadi di kawasan Candidasa.
Di kawasan tersebut, banyak trotoar berlubang.
Padahal di destinasi wisata ini, bule lebih senang jalan kaki.
Kariasa meminta Pemkab Karangasem segera memperbaiki infrastruktur agar wisatawan nyaman berkunjung ke Karangasem.
Mengingat pariwisata adalah penyumbang PAD terbesar nomor dua setelah pajak galian.
"Kami sangat berharap infrastruktur menopang pendapatan daerah bisa diperbaiki. Biar tamu yang berkunjung nyaman. Kalau sudah bagus, maka banyak tamu yang datang," kata Kariasa.
Sebagai informasi, target pendapatan pada anggaran Induk 2023 sektor hotel sebesar Rp 17 miliar.
Sedangkan realisasi hingga Juli 2023 mencapai Rp 24 miliar lebih.
Untuk pajak restoran, target pendapatan di Induk 2023 sebesar Rp 9,2 miliar lebih.
Saat ini realisasinya sudah mencapai Rp 11,4 miliar lebih sampai Juli tahun ini.
Tribun Bali sudah mengonfirmasi Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Karangasem, I Wayan Purna.
Namun belum ada respons sampai berita ini diturunkan.
Artikel ini telah tayang di Tribun-Bali.com dengan judul Banyak Bule Keluhkan Jalan Rusak di Destinasi Karangasem, Travel Agent Sampai Malas Bawa Tamu.
Baca tanpa iklan