Jika diterjemahkan, arti suodiu ialah "hisap dan buang".
Suodiu diyakini sudah ditemukan ratusan tahun yang lalu oleh awak perahu.
Mereka biasanya akan menyiapkan suodiu saat mereka terdampar di tengah sungai tanpa makanan saat mengantarkan barang.
Untuk mengelabui perut, mereka akan menumis beberapa kerikil sungai dengan berbagai bumbu dan kemudian menyedot batu-batu itu sampai kering.
Hidangan tradisional tersebut akhirnya diwariskan dari generasi ke generais.
Sekarang, pedagang street food di China terkadang terlihat menggoreng tumpukan batu sungai dengan minyak cabai, saus bawang putih, siung bawang putih dan campuran rempah-rempah.
Serangkaian video yang menunjukkan persiapan memasak suodiu di warung pinggir jalan baru-baru ini menjadi viral di Xiaohongshu (instagram versi China), memicu rasa penasaran jutaan orang.
Bukan hanya kekhasan hidangan yang menarik perhatian awrganet, tetapi juga harganya yang mahal yaitu Rp 34 ribu per porsi.
Terlebih, mengingat fakta bahwa hampir tidak ada makanan yang bisa dimakan di dalam sajiannya.
Suodiu yang terdiri dari bebatuan sungai harus dihisap sebelum meludahkan kerikil kerasnya.
Beberapa mungkin tidak akan menyebutnya makanan, apalagi membayar uang untuk itu.
Namun perlu diingat, bebatuan sungai tampaknya digunakan lantaran memiliki sensasi 'rasa laut' dengan seiring berjalannya waktu.
Jadi dengan menghisapnya, penikmat akan mendapatkan rasa ikan yang dipadukan dengan bumbu.
Setelah menghisap semua bebatuan, penikmat akan mendapatkan rasa sausnya.
Sensasi inilah yang membuat soudiu memiliki penikmat tersendiri.
Baca juga: Viral Pilot Pakai Cara Unik untuk Beri Pengumuman Terkait Etika Penerbangan, Aksinya Curi Perhatian
(TribunTravel.com/mym)
Untuk membaca artikel terkait berita viral, kunjungi laman ini.
Baca tanpa iklan