"Tidak ada gangguan. Saya tidak pernah beranjak. Tidak ada pertengkaran, tidak ada konfrontasi, tidak ada yang menyentuh satu sama lain," kata Joel dalam wawancara tersebut.
"Dia memakai masker. Dia bahkan tidak bersuara keras. Itu hanya harga dirinya," tambahnya.
Di Bandara JFK, Joel ditemui oleh seorang petugas polisi dan agen Administrasi Keamanan Transportasi yang mewawancarainya dan mengizinkannya meninggalkan bandara.
Ini kesekian kalinya American Airlines harus berurusan dengan penumpang.
Sebelumnya, American Airlines berurusan dengan seorang remaja yang diduga ingin mencoba skiplagging.
Remaja tersebut naik penerbangan American Airlines dengan tujuan New York.
Namun, ia sebenarnya berencana untuk turun di Charlotte saat pesawat sedang transit.
Baca juga: Video Viral Penumpang Berkelahi Gegara Kursi Pesawat, Akibatkan Penerbangan Delay 2 Jam
Skiplagging memang cukup dibenci oleh maskapai sebab dianggap merugikan.
Praktik ini adalah strategi penghematan biaya yang cukup kontroversial.
Caranya ialah memesan tiket penerbangan transit, dengan rencana melewatkan penerbangan lanjutan usai transit.
Sementara skiplaggging membantu penumpang menghemat uang, hal itu sering mengakibatkan hilangnya pendapatan bagi maskapai penerbangan.
Ayah remaja itu, Hunter Parsons, mengatakan bahwa maskapai tersebut melarang putranya terbang bersama mereka selama tiga tahun karena dia berencana untuk menggunakan tiket skiplagging seharga Rp 2,2 juta.
Ia dihukum lantaran melakukan skiplagging, praktik yang dilarang oleh banyak maskapai penerbangan, termasuk American Airlines.
"Tiketnya dibatalkan dan dia dilarang dari American Airlines selama tiga tahun tetapi tidak pernah benar-benar melakukan kesalahan. Dia bahkan tidak pernah mendapatkan boarding pass," tutur Parson.
Parson mengatakan putranya yang berusia 17 tahun dijadwalkan terbang dari Gainesville, Florida, ke New York City, dengan transit di Charlotte.
Baca tanpa iklan