Padahal, roda pendaratan adalah bagian utama dan terpenting dalam pesawat yang harus digunakan saat proses mendarat.
Roda pendaratan adalah kaki besar pesawat yang diturunkan ke bagian depan pesawat untuk membantu menopang saat tidak lagi mengudara.
Kebanyakan orang pasti akan mengenali persneling sebagai milik roda, meskipun persneling juga dapat dipasang dengan pelampung atau ski, tergantung di mana mereka beroperasi.
Baca juga: Pesawat Mendarat Darurat di Zona Perang setelah Pramugari Meninggal di Tengah Penerbangan
Terlepas dari seperti apa bentuknya, persneling sangat penting dalam membantu menyerap dampak pendaratan, dan mencegah pesawat jatuh langsung ke perutnya.
Sayangnya, bagaimanapun, persneling tidak selalu berfungsi sebagaimana mestinya.
Ini jarang terjadi, tetapi rekaman yang viral di medsos merupakan indikasi apa yang bisa terjadi jika roda pendaratan tidak turun.
Dalam video tersebut, pilot beringsut lebih dekat ke tanah, tetapi tak ada peralatan untuk menyerap benturan.
Hal tersebut menyebabkan bagian ekor bawah pesawat mulai terseret di landasan, dan menimbulkan percikan api yang beterbangan di belakangnya.
Karena tidak ada cara lain untuk kembali ke tanah, pilot tetap bertahan dalam kondisi tersebut dan akhirnya bisa menghentikan pesawat.
Setelah itu riak api mengalir di sepanjang sayap pesawat, seolah-olah untuk efek dramatis.
Mengingat bahwa pada dasarnya baru saja jatuh ke tanah, pesawat muncul dalam kondisi yang cukup baik, mendorong pemirsa untuk memuji orang yang bertanggung jawab.
"Bahan bakar jet tidak dapat melelehkan saraf baja," tulis seorang penonton.
Sementara yang lain berkomentar: "Saya mengalami pendaratan yang lebih kasar di pesawat normal dengan roda pendaratan."
(TribunTravel.com/KurniaHuda)
Baca artikel lainnya seputar pesawat mendarat darurat di sini
Baca tanpa iklan