Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Misteri Paus Bungkuk Ditemukan Mati di Hutan Amazon, Bagaimana Bisa Sampai Sana?

Penulis: Nurul Intaniar
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi seekor paus bungkuk berenang di lautan. Seekor paus bungkuk ditemukan mati terdampar di bagian hutan bakau Hutan Amazon, Brasil.

Akan tetapi, sejauh ini para ahli masih belum tahu pasti bagaimana paus bungkuk tersebut mati, dan berakhir di area hutan bakau Hutan Amazon.

Tim peneliti yang dikirim oleh LSM Bicho D'Agua Institute menerbitkan sebuah postingan di Facebook, yang menunjukkan bahwa hewan itu bisa saja mati karena terjerat di hutan bakau setelah terlempar ke daratan dari pulau di sana.

Surat kabar lokal Maritime Herald menyatakan, bahwa anakan paus bungkuk itu bisa saja mati karena memakan plastik di lautan.

Kebanyakan orang mengira makhluk itu sudah mati saat terdampar di pantai.

Dirlene Silva, dari SEMMA departemen lingkungan, kesehatan, dan sanitasi Brasil mengatakan kepada media lokal bahwa pihaknya bisa menemukan keberadaan paus bungkuk itu berkat bantuan burung.

"Kami menemukan paus bungkuk itu karena keberadaan burung pemangsa pemulung."

"Burung nasar terlihat berputar-putar di atas bangkai yang ditemukan tersembunyi di semak-semak agak jauh dari laut."

Baca juga: Bikin Geger, Paus Sperma Terdampar & Ditemukan Mati di Pantai Yeh Malet Bali

Presiden Bicho D'Agua dan spesialis kelautan Renata Emin mengatakan, "Kami masih tidak yakin bagaimana paus bungkuk itu mendarat di sini. Tapi kamu menduga bahwa makhluk itu mengambang di dekat pantai dan air pasang yang cukup besar selama beberapa hari terakhir bisa mengangkat tubuhnya dan melemparkannya ke daratan, ke hutan bakau."

"Bersamaan dengan prestasi yang mencengangkan ini, kami bingung dengan apa yang dilakukan paus bungkuk itu di pantai utara Brasil selama Februari karena ini adalah kejadian yang sangat tidak biasa," imbuhnya.

Baca juga: Kisah Paus Pembunuh Lolita Selama 50 Tahun di Penangkaran, Akhirnya Dibebaskan

Jika diperhatikan, paus tidak seharusnya berada di sana.

Kawanan paus itu biasanya berada di daerah Bahia antara Agustus dan November.

Mereka kemudian akan bermigrasi ke Antartika.

Emin melanjutkan, "Paus bungkuk biasanya tidak melakukan perjalanan ke utara. Kami memiliki catatan satu paus muncul di daerah itu tiga tahun lalu, tetapi kasus ini jarang terjadi."

"Kami percaya ini adalah anak paus yang mungkin bepergian dengan induknya dan mungkin tersesat atau terpisah selama siklus migrasi antara dua benua," tutupnya.

(TribunTravel.com/nrlintaniar)

Kumpulan artikel viral