Ada total delapan gerbang: masing-masing dengan nama dan gaya konstruksinya yang unik.
Salah yang populer adalah Gerbang Heunginjimun , yang diterjemahkan menjadi “Gerbang Kebajikan yang Meningkat”.
Itu adalah Gerbang Utama Timur, dan dikelilingi oleh fitur unik yang dikenal sebagai ongseong, yaitu dinding luar.
Berjalan-jalan di sepanjang dinding dan menjelajahi setiap gerbang besar adalah perjalanan dalam sejarah Seoul yang kaya, yang tidak boleh dilewatkan.
5. Aliran Cheonggyecheon
Perairan yang tenang ini mengalir melalui jantung kota Seoul dan dipagari oleh jalan setapak yang indah untuk dilalui orang.
Pada siang hari, Cheonggyecheon sangat cocok untuk jalan-jalan santai, dan kamu bisa mengikutinya dari Gwanghamun hingga Dongdaemun.
Saat malam tiba, inilah saat yang tepat untuk berada di titik awal arus: Cheonggyecheon Plaza.
Di sini, kamu dapat memanjakan mata dengan tampilan cahaya dan air yang mempesona.
Pastikan untuk melihat Air Mancur Lilin, yang merupakan perpaduan lampu-lampu megah yang menerangi air terjun dua tingkat yang megah.
Di setiap sisi air terjun, kamu akan menemukan Palseokdam Wishing Wells, yang terbuat dari batu dari masing-masing delapan provinsi di Korea Selatan.
6. Desa Mural Ihwa
Mencapai Desa Mural Ihwa membutuhkan sedikit pendakian, tetapi ini adalah satu tempat gratis untuk dikunjungi di Seoul yang tidak ingin kamu lewatkan.
Seluruh lingkungan didekorasi dengan mural dengan berbagai ukuran dan warna.
Ada juga sejumlah instalasi seni jalanan untuk dilihat.
Ini adalah tempat yang bagus untuk berfoto, tetapi ingatlah untuk menghormati penduduk setempat saat berkunjung.
Baca tanpa iklan