Melansir jakartamrt.co.id, perubahan jadwal MRT Jakarta mulai berlaku pada Sabtu (6/5/2023).
Perubahan jadwal ini merupakan bentuk dari dukungan terhadap mobilitas masyarakat yang menunjukkan tren kenaikan angka keterangkutan saat akhir pekan menggunakan MRT Jakarta.
Selama menggunakan layanan MRT Jakarta, pengguna jasa diminta untuk tetap menggunakan masker dan menjaga kebersihan serta disiplin baik di dalam area stasiun maupun ratangga.
Baca juga: PT MRT Jakarta Kembangkan Taman Kudus, Siap Jadi Ruang Transit Hijau
Sejauh ini, angka keterangkutan (ridership) MRT Jakarta terus meningkat.
Sejak 1 Januari 2023 hingga 25 April 2023, tercatat sekitar 9,4 juta orang telah menggunakan MRT Jakarta.
Jumlah ini menunjukkan rata-rata 81 ribu orang per hari.
PT MRT Jakarta (Perseroda) menetapkan target angka keterangkutan harian pada 2023 ini sebesar 70 ribu orang per hari.
Tren kenaikan ini juga terlihat saat libur dua hari lebaran lalu yang mencapai 72 ribu orang.
Jumlah tersebut naik 24 persen dibandingkan libur lebaran tahun lalu.
Berbagai strategi digunakan untuk meningkatkan angka keterangkutan tersebut, seperti kerja sama dengan berbagai operator angkutan umum lainnya yang berfungsi sebagai pengumpan (feeder) dan promo gaya hidup yang bisa dinikmati baik saat di dalam kereta maupun di area-area menarik di sekitar stasiun.
Ketepatan waktu operasional dan kebersihan area stasiun serta ratangga menjadi faktor utama yang menarik masyarakat untuk menggunakan moda transportasi publik sebagai sarana mobilitas sehari-hari.
Baca juga: Mengintip Pusat Penanganan Kehilangan Barang di MRT Jakarta, Ada Aplikasinya Lho
(TribunTravel.com/mym)
Untuk membaca artikel terkait berita viral, kunjungi laman ini.
Baca tanpa iklan