Transmisi suara terakhir dari kokpit disetel ke pengawas lalu lintas udara pada pukul 01.19 pagi.
"Selamat malam Malaysia tiga tujuh nol," ucap transimis suara tersebut.
Dua menit kemudian, transponder pesawat berhenti melakukan transmisi.
Pesawat tersebut akhirnya terlacak oleh radar militer Malaysia dan Thailand, yang menunjukkan pesawat berbelok ke barat lalu ke utara menuju Laut Andaman.
Itulah saat terakhir pesawat diplot oleh satelit di atas Samudra Hindia.
Sekitar satu jam setelah penerbangan dijadwalkan mendarat, Malaysia Airlines mengumumkan pesawat itu hilang.
Upaya pencarian dan penyelamatan dimulai tak lama setelah pesawat dilaporkan hilang, termasuk pencarian di Samudera Hindia bagian selatan.
Pada 24 Maret 2014, perdana menteri Malaysia mengumumkan bahwa penerbangan tersebut tampaknya hilang di Samudera Hindia tanpa ada yang selamat.
Selama bertahun-tahun, berbagai potongan pesawat telah ditemukan, termasuk sayap-sayap yang ditemukan di Tanzania pada Juli 2016, fragmen sayap pesawat yang ditemukan di Mauritius pada Mei 2016, dan flaperon dari pesawat yang ditemukan di Pulau Reunion pada Juli 2015.
Baca juga: Sosok Pilot Ctilink Capt Boy Awalia, Pernah Bekerja di Malaysia Airlines hingga Sriwijaya Air
(TribunTravel.com/mym)
Untuk membaca artikel terkait berita viral, kunjungi laman ini.
Baca tanpa iklan