Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

10 Fakta Unik Amsterdam, Negara di Eropa yang Dulunya Desa Nelayan Kecil

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Wisatawan di satu spot yang ada di Amsterdam. Cek fakta uniknya.

TRIBUNTRAVEL.COM - Liburan ke Amsterdam di Belanda tahun ini?

Jika ya, ada beberapa fakta unik yang harus kamu tahu sebelum liburan ke Amsterdam.

Baca juga: Ratusan Aktivis Iklim Serbu Landasan Pacu Bandara Schiphol Amsterdam, Kenapa?

Baca juga: 11 Fakta Unik Kanal Amsterdam, Pertama Dibangun pada 1385 dan Kini Punya Panjang 75 Kilometer

Sebut saja Amsterdam yang memiliki lebih dari 1.700 jembatan.

Hingga banyak orang di Amsterdam yang tinggal di rumah perahu.

Dilansir dari clinkhostels, berikut deretan fakta unik di Amsterdam Belanda yang wajib kamu tahu sebelum liburan ke sana.

Baca juga: Liburan ke Ambon, Ardhito Pramono Sempatkan Kunjungi Benteng Amsterdam Hila

1. Amsterdam dulu disebut Amstelredam

Satu fakta unik Amsterdam yang dulu disebut Amstelredam (Adrien Olichon /Unsplash)

Baca juga: Panduan Liburan ke Amsterdam: Mulai dari Transportasi, Tempat Wisata, sampai Kuliner

Amsterdam hanyalah versi modern dari nama kota itu – ketika didirikan, disebut Amstrelredam.

Asal usul nama kota ini berasal dari lokasinya di sungai Amstel.

Dulunya merupakan desa nelayan kecil, kota ini didirikan di atas bendungan yang dibangun untuk mengendalikan banjir sungai Amstel pada abad ke-13 yang dikenal sebagai bendungan Amstel.

Pada 1300, kawasan tersebut memperoleh status kota resmi sebagai 'Amsterdam'.

Amsterdam juga dijuluki Mokum, diambil dari kata Yiddish untuk 'tempat aman' – hal ini karena dianggap sebagai tempat berlindung yang aman bagi orang Yahudi Eropa selama Holocaust.

2. Amsterdam dibangun di atas 11 juta tiang kayu

Suasana di Amsterdam, cek fakta uniknya (Tobias Kordt /Unsplash)

Baca juga: Schipol Amsterdam Jadi Bandara Pertama di Dunia yang Batasi Penerbangan untuk Kurangi Polusi

Amsterdam berada di bawah permukaan laut, yang jelas tidak bagus karena berarti tanahnya sangat basah.

Amsterdam dibangun di atas tanah liat yang sangat lunak dan dapat bergeser.

Tanpa tiang yang menopang kota, gedung-gedung Amsterdam bisa berpindah-pindah, yang bisa menimbulkan kerusakan besar.

Halaman
1234